Berita Terbaru :
Malu, Pelanggar Protkes Pakai Helm Saat Disanksi Menyapu Jalan Raya
Bawa Paving Dalam Tas, Pemuda Diduga Ceburkan Diri Ke Sungai
24 Botol Miras dan 7 Pemandu Lagu Diamankan Satpol PP
Kampanye Tetap Bermasker Aisyiyah Jawa Timur
Kyai Kampung Hingga Pendeta Dukung dan Bergerak Menangkan MA-Mujiaman
Tanam Tanpa Tanah di Area Paving, Melon Emas Siswa SMK Bergelantungan Dengan Penguat Tali
Bupati Sidoarjo Non Aktif Optimis Bebas Dari Tuntutan JPU KPK
Tak Penuhi Protokol Kesehatan, Aksi KAMI Dibubarkan
Puluhan Massa Tolak Kegiatan KAMI di Surabaya
Titip Transfer Uang, Warga Ngawi Dibayar Dengan Uang Palsu
Polisi Amankan Mantan Cawabup Madiun Pengedar Uang Palsu
Gubernur Resmikan RSUD Rujukan Bertaraf Internasional, Bakal Jadi Rumah Sakit Terbesar di Tapal Kuda
Jelang Lanjutan Liga 1, Tim dan Perangkat Pertandingan Arema FC Di-Swab Test
Diduga Ngantuk di Tol, Mobil Suzuki Ignis Seruduk Pick Up, 1 Orang Luka
Dinginkan Suasana Politik, Plt Bupati Datangi DPRD Jember
   

Dipengaruhi Ekonomi, Jumlah Pemohon Diska Bojonegoro Capai 406 Perkara
Hukum  Sabtu, 08-08-2020 | 02:12 wib
Reporter : Samsul Alim
Bojonegoro pojokpitu.com, Pengadilan Agama Bojonegoro mencatat, angka pernikahan dini semakin meningkat. Hal tersebut disebabkan adanya dispensasi nikah, dengan usia pengantin dibawah 19 tahun. Selain itu faktor SDM dan ekonomi yang rendah, juga menjadi penyebab tingginya jumlah dispensasi nikah.

Menurut Solikin Jamik, Ketua Panitera Pengadilan Agama Bojonegoro, dalam kurun 6 bulan ini sebanyak 406 remaja rentang usia 14 tahun hingga 18 tahun mengajukan dispensasi nikah melalui pemohon.

Jumlah Diska yang dikeluarkan terbilang cukup banyak dibandingkan tahun 2019 lalu. "Hal tersebut dikarenakan ada pemberlakuan batasan usia bagi calon pengantin perempuan yang awalnya 16 tahun menjadi 19 tahun," kata Solikin.

Di sisi lain, tingginya angka diska itu juga dipicu karena tingkat pendidikan calon pengantin masih rendah. Selain itu faktor ekonomi yang rendah juga mempengaruhi banyaknya angka pemohon pernikahan dini atau dispensasi nikah.

Tidak hanya dispensasi pernikahan saja, tapi semua perkara termasuk perceraian hingga bulan Juli tahun 2020 juga terbilang banyak. Total ada 1.697 perkara cerai talak maupun cerai gugat di Pengadilan Agama Bojonegoro. Diprediksi angka perceraian akan semakin meningkat, mengingat kondisi saat ini pandemi covid-19 yang berdampak pada ekonomi masyarakat. (pul)




Berita Terkait

Himpitan Ekonomi, Kasus Perceraian di Kabupaten Madiun Capai 1.635

Dipengaruhi Ekonomi, Jumlah Pemohon Diska Bojonegoro Capai 406 Perkara

Kasus Perceraian ASN Meningkat di Masa Pandemi

Pasca PSBB Dicabut, Angka Perkara Penceraian Kembali Meningkat
Berita Terpopuler
Ratusan Warga Demo Kantor Desa Protes Proyek Perpipaan
Peristiwa  9 jam

Polisi Amankan Mantan Cawabup Madiun Pengedar Uang Palsu
Peristiwa  6 jam

Angin Kencang Disertai Hujan Deras Rusak Puluhan Rumah Warga
Peristiwa  12 jam

Tak Kuat Menanjak, Truk Bermuatan Ayam Potong Nyungsep
Peristiwa  9 jam



Cuplikan Berita
Viral Danramil dan Anggota Bubarkan Orkes Hajatan
Pojok Pitu

Janji Datangkan Samurai 500 M, Korban Justru Tertipu Rp 18 M
Pojok Pitu

Hingga Malam Hari Bukit Bentar Terbakar, Petugas Masih Lakukan Pemadaman Manual
Jatim Awan

Kebakaran Gudang Margomulyo, Tiga Isi Gudang Ludes Dilalap Api
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber