Berita Terbaru :
Tambak Pocok, Desa Mente di Bangkalan
Bekali Karyawan Keahlian Bela Diri, Balmon Buat Dojo Kempo
Mengenal Dua Ulama Besar Pendiri NU dan Muhamadiyah Melalui Film
Machfud Arifin-Mujiaman Ajak Warga Surabaya Perangi Kecurangan di Pilwali
Ujian Hafalan Al-Quran di Tengah Pandemi
LSM LKHPI Bertekad Pecahkan Persoalan Hukum, Ekonomi, Sosial dan Politik
KPU Surabaya Gelar Deklarasi Kampanye Damai
Pemkot Surabaya Kembali Lakukan Rapid Tes di Tempat
Ratusan Taruna-Taruni Ikuti Pelayaran Ke Pulau Terluar
Anjlok, Harga Sayur di Lumajang
Kepepet Biaya Nikah, Pemuda Asal Kupang Ini Bobol Toko
Sepuluh Tahun Bupati Sambari Mengabdi, Banyak Pembangunan Monumental di Kabupaten Gresik
Pernyataan Sikap atas Keputusan Presiden Mengangkat Eks Anggota Tim Mawar di Kementerian Pertahanan
Bermain Judi Online 5 Warga Diamankan
Seorang Gadis di Bawah Umur Digilir Tujuh Pemuda
   

Bebas Asimilasi, Bandar Narkoba Kembali Edarkan Sabu
Mataraman  Jum'at, 07-08-2020 | 03:15 wib
Reporter : Achmad Syarwani
Purwoadi (45) warga Jombang seorang bandar narkoba. Foto: Achmad Syarwani
Nganjuk pojokpitu.com, Miris, dua napi yang baru bebas program asimilasi covid 19 kasus narkoba kembali berulah, dan ditangkap polisi dalam kasus yang sama. Purwoadi (45) warga Jombang seorang bandar narkoba yang baru bebas dari program asimilasi bulan Juli tahun ini, kembali berurusan dengan jajaran reskoba polres nganjuk. Residivis yang ke 3 kalinya ditangkap polisi karena kembali mengedarkan sabu sabu.

Menurut Kasat Narkoba Polres Nganjuk Iptu Pujo Santoso, penangkapan pelaku bermula dari penangkapan Muhamad Ivandi warga Warujayeng Nganjuk, yang ditangkap pada malam hari tadi saat memasang ranjau sabu sabu di kawasan SPBU Sukomoro Nganjuk.

"Dari pengambangan, itu polisi berhasil menangkap purwoadi sebagai bandar narkoba ,yang menguasai sejumlah kota dan kabupaten di Jawa Timur," kata Iptu Pujo Santoso.

Bandar narkoba ini ditangkap di rumahnya di Jombang pada dini hari tadi. "Dari tangan pelaku muhamad ivandi didapati barang bukti sabu sabu seberat 17 gram serta pil dobel l sebanyak 23 ribu butir," imbuhnya.

Sebelumnya, meski Purwoadi merupakan residivis sebagai bandar narkoba, namun hanya di vonis hakim 1 koma 5 tahun penjara saja dan bebas pada bulan juli tahun ini sehingga dapat program asimilasi. (yos)





Berita Terkait

Bebas Asimilasi, Bandar Narkoba Kembali Edarkan Sabu

Baru Bebas, 2 Napi Asimilasi Kembali Dibekuk Polisi
Berita Terpopuler
Karbak TNI, Santri Mendapatkan Pelajaran Kedisiplinan dan Budidaya Udang Vaname
Peristiwa  22 jam

Langgar Protokol Kesehatan Polisi Bubarkan Kegiatan Lomba Layangan
Peristiwa  8 jam

Selain di Ngawi, Warga Madiun Juga Jadi Korban Sasaran Peredaran Upal
Peristiwa  21 jam

LSM LKHPI Bertekad Pecahkan Persoalan Hukum, Ekonomi, Sosial dan Politik
Opini  4 jam



Cuplikan Berita
Janji Datangkan Samurai 500 M, Korban Justru Tertipu Rp 18 M
Pojok Pitu

Diduga Akibat Puntung Rokok Dibuang Sembarangan, Savana Kawah Wurung Terbakar
Pojok Pitu

Hingga Malam Hari Bukit Bentar Terbakar, Petugas Masih Lakukan Pemadaman Manual
Jatim Awan

Kebakaran Gudang Margomulyo, Tiga Isi Gudang Ludes Dilalap Api
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber