Berita Terbaru :
Sidang Putusan Kasus Bayi Salah Identitas, Penggugat Mengaku Sudah Terima Uang Ganti Rugi
Puluhan KK di Desa Mategal Alami Krisis Air Bersih
Laut Tercemar Limbah, Warga Amuk Pabrik Pengolahan Ikan
Polisi Dalami Pelanggaran Kegiatan Festival Layangan
24 Nyawa Melayang Akibat Jebakan Tikus
Forkopimda Koordinasi Kamtibmas Saat Pilkada di Masa Pandemi
Dua Paslon Kampanye, Calon Walikota Petahana Teno Bagi Masker, Gus Ipul Menyapa Warga Terdampak Banjir
Monumen Kresek Saksi Bisu Sejarah Kekejaman PKI di Madiun
Tren Naik Perkara Perceraian di Tengah Pandemi
Aliansi Cinta NKRI Dukung Polda Jatim Bubarkan Deklarasi KAMI
Tim Patroli Air Jatim Pantau Pembuangan Limbah Industri
Mayat Seorang Perempuan Ditemukan di Lahan Tebu Gegerkan Warga
Seni Lukis Gentong Bekas Jadi Karya Bernilai Tinggi
Ruko Jual Aneka Kerupuk di Area Pasar Baru Ludes Terbakar, Petugas Butuh 3 Jam Padamkan Api
Bawaslu Temukan Oknum ASN Beri Dukungan, Unggah Gambar Salah Satu Paslon Di Medsos
   

Lama Ditutup, Pemandian Alam Tumbuh Banyak Lumut
Mlaku - Mlaku  Kamis, 06-08-2020 | 18:25 wib
Reporter : Achmad Arif
Beginilah puluhakan karyawan membersikan pemandian Alaman Selokambang Desa Purwosono,Kecamatan Sumbersuko,Kabupaten Lumajang. Foto: Achmad Arif
Lumajang pojokpitu.com, Penutupan sejumlah objek wisata akibat pandemi virus corona di Lumajang berdampak pada keasrian destinasi, seperti pemandian alam selokambang di Desa Purwosono, Kecamatan Sumbersuko,Kabupaten Lumajang, ditumbuhi lumut tebal.

Para pekerja harus dibagi dua untuk melakukan pembersihkan kolman  tersebut. Pasalnya, semenjak kolam pemnadian ditutup banyak lumut memenuhi kolam aiar.

Selain merusak kebersihan air, lumut ini juga mengganggu aliran air milik perusahaan air minum daerah atau PDAM. Karena memang sebagian air kolam ini diambil PDAM.

Lukito, karyawan, mengatakan, banyak lumut juga menambah lama pekerjaannya, biasanya jukum cepat selesai. Ini harus delapan jam lamanya.

"Wisata alam pemandian selokambang ini memang dibuka sejak tanggal 29 Juli lalu, setelah Lumajang menetapkan sebagai new normal," ujarnya.

Namun sayang, Menurut Kabid Destinasi Dinas Pariwisata Lumajang, Yudi Prasetyo, data dari Dinas Pariwisata Lumajang selama beberapa hari ini, kunjungan wisatawan pada destinasi selokambang ini masih relatif sepi. "Ada 291 pengunjung sejak kolam ini dibuka," tuturnya.

Bila dibandingkan dengan tahun lalu,  rata-rata per harinya bisa seribu orang, belum lagi pas waktu liburan.
Akibat minumannya pengunjung ini berdampak pada kerugian pengelola wisata tersebut. Pasalnya,  uang hasil kunjungan ini belum cukup guna kebutuhan uang operasional. (yos)


Berita Terkait

Wisata Hutan Akan Kembali Dibuka, Tetap Penerapan Protokol Kesehatan

Sepekan Dibuka Pengunjung Bromo Membludak, Kuota Jumlah Pengunjung Akan Ditambah

Hore, Kampung Warna Warni Jodipan Kembali Dibuka

Lama Ditutup, Pemandian Alam Tumbuh Banyak Lumut
Berita Terpopuler
Monumen Kresek Saksi Bisu Sejarah Kekejaman PKI di Madiun
Tempo Doeloe  3 jam

Hutan Pohon Pelangi, Spot Selfie Apik Bagi Pengunjung
Mlaku - Mlaku  14 jam

Tim Patroli Air Jatim Pantau Pembuangan Limbah Industri
Metropolis  4 jam

Laut Tercemar Limbah, Warga Amuk Pabrik Pengolahan Ikan
Peristiwa  51 menit



Cuplikan Berita
Ratusan Massa Hadang Penjemputan Pasien Covid 19
Pojok Pitu

Belasan Kartu Keluarga Dijadikan Bungkus Tempe
Pojok Pitu

Langgar Protokol Kesehatan Pertunjukan Seni Musik Tradisional Dibubarkan Satgas ...selanjutnya
Jatim Awan

Angka Gugat Cerai di Sidoarjo Didominasi oleh Pihak Istri
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber