Berita Terbaru :
24 Botol Miras dan 7 Pemandu Lagu Diamankan Satpol PP
Kampanye Tetap Bermasker Aisyiyah Jawa Timur
Kyai Kampung Hingga Pendeta Dukung dan Bergerak Menangkan MA-Mujiaman
Tanam Tanpa Tanah di Area Paving, Melon Emas Siswa SMK Bergelantungan Dengan Penguat Tali
Bupati Sidoarjo Non Aktif Optimis Bebas Dari Tuntutan JPU KPK
Tak Penuhi Protokol Kesehatan, Aksi KAMI Dibubarkan
Puluhan Massa Tolak Kegiatan KAMI di Surabaya
Titip Transfer Uang, Warga Ngawi Dibayar Dengan Uang Palsu
Polisi Amankan Mantan Cawabup Madiun Pengedar Uang Palsu
Gubernur Resmikan RSUD Rujukan Bertaraf Internasional, Bakal Jadi Rumah Sakit Terbesar di Tapal Kuda
Jelang Lanjutan Liga 1, Tim dan Perangkat Pertandingan Arema FC Di-Swab Test
Diduga Ngantuk di Tol, Mobil Suzuki Ignis Seruduk Pick Up, 1 Orang Luka
Dinginkan Suasana Politik, Plt Bupati Datangi DPRD Jember
Diduga Bermuatan Politik, Pinjaman Rp 200 Milyar Pemkab Diadukan Ke Bawaslu
Tak Kuat Menanjak, Truk Bermuatan Ayam Potong Nyungsep
   

Sensasi Gowes di Gunung Bromo Disaat Bromo Masih Ditutup Untuk Wisatawan
Mlaku - Mlaku  Selasa, 04-08-2020 | 23:05 wib
Reporter : Farid Fahlevi
Beginilah sensasi bersepeda dikawasan gunung bromo tepatnya Didesa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo Jawa Timur. Foto: Farid Fahlevi
Probolinggo pojokpitu.com, Bersepeda di jalanan mungkin sudah menjadi hal biasa, namun apabila bersepeda didaerah dataran tinggi mungkin menjadi sensasi sendiri. Salah satunya bersepeda dikawasan Gunung Bromo di Didesa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo Jawa Timur.

Selain menguji adrenalin, pegowes juga dapat menikmati indahanya gunung bromo dari atas bukit. Maklum saja, saat ini kawasan gunung bromo masih ditutup karena pademi corona.

Pegowes selain dituntut kuat mengayuh sepedanya, mereka juga bisa menikmati indahnya pemandangan dan udara segar khas Gunung Bromo.

Namun pegowes kali ini tidak bisa mendekat Gunung Bromo ataupun melintas lautan pasir. Pasalnya sejak pandemi corona, kawasan Gunung Bromo sementara ditutup total dari segala kegitan wisata.

Selain itu, pegowes juga bisa melintasi persawahan suku tengger. Namun mereka harus berjalan membawa sepedanya tanpa merusak tanaman sayur mayur milik petani.

Bagi pegowes, bersepeda dikawasan Gununung Bromo sangat enak dan menantang. Selain itu, pegowes dilintasan pegunungan tidak perlu terburu-buru sampai tujuan melainkan menikmati indahnya pemandangan.

Sementara itu, Bupati Probolinggo, Puput Tantriana Sari, mengatakan, saat ini wisatawan tak perlu berkecil hati tidak bisa mendekat Gunung Bromo, melainkan saat ini bisa menikmati bersepeda dan melihat Gunung Bromo dari kejauhan.

Hingga saat ini kawasan Gunung Bromo masih ditutup karena pandemi corona. Wisatawan baik domestik maupun luar negeri tidak boleh mendekat kawasan Bromo hanya melihat dari kejauhan. (yos)


Berita Terkait

Sensasi Gowes di Gunung Bromo Disaat Bromo Masih Ditutup Untuk Wisatawan

Adaptasi Kelaziman Baru Jeep Bromo Lakukan Protokol Kesehatan Ketat

Wisata Alam Bukit Teletubis Area Bromo Diserbu Pengunjung

Jalur Wisata Bromo Longsor
Berita Terpopuler
Ratusan Warga Demo Kantor Desa Protes Proyek Perpipaan
Peristiwa  7 jam

Angin Kencang Disertai Hujan Deras Rusak Puluhan Rumah Warga
Peristiwa  10 jam

Polisi Amankan Mantan Cawabup Madiun Pengedar Uang Palsu
Peristiwa  4 jam

Tak Kuat Menanjak, Truk Bermuatan Ayam Potong Nyungsep
Peristiwa  7 jam



Cuplikan Berita
Viral Danramil dan Anggota Bubarkan Orkes Hajatan
Pojok Pitu

Janji Datangkan Samurai 500 M, Korban Justru Tertipu Rp 18 M
Pojok Pitu

Hingga Malam Hari Bukit Bentar Terbakar, Petugas Masih Lakukan Pemadaman Manual
Jatim Awan

Kebakaran Gudang Margomulyo, Tiga Isi Gudang Ludes Dilalap Api
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber