Berita Terbaru :
Dua Pengendara Motor Tewas Disruduk Truk
Tutup Selama Pandemi Covid, Pemilik Usaha Water Park Ngawi Rugi Ratusan Juta
Tim Gugus Tugas Tinjau Persiapan Kampus Tangguh
30 Persen Pagu PPDB Tingkat SMP di Bangkalan Masih Kosong
Demi Efisiensi Pembelajaran, 83 SD Diregroup
Pandemi Covid19, Ribuan Petugas KPU Situbondo Ikuti Rapid Test
Jelang Musim Kemarau, BPBD Bojonegoro Mulai Petakan Daerah Rawan Kekeringan
Asap Cair Batok Kelapa Diklaim Jadi Obat Penangkal Covid-19
Bupati Sudah Memilih Calon Sekda, Tinggal Menunggu Surat Dari Mendagri Untuk Persetujuan
BKKBN Jatim Baru Tercapai 70 Ribu Akseptor
Karyawan Sier Antisipasi Gempa Jepara Susulan, Surabaya Termasuk Daerah Rawan Gempa
   

Oh...Yunani, Obat-obatan dan Makanan Terancam Habis
Politik  Senin, 13-07-2015 | 11:36 wib
Reporter :
HILANG HARAPAN: Seorang ibu imigran menggendong anaknya di Omonia Square di pusat kota Athena, Yunani kemarin. (AFP Photo/Louisa Gouliamaki)
BRUSSELS pojokpitu.com, Masa depan penduduk Yunani kian suram. Pembicaraan proposal pinjaman ketiga Yunani ke kreditor tidak selancar yang diperkirakan Italia.

Pembicaraan menteri-menteri keuangan di negara-negara eurozone (negara yang menggunakan mata uang euro, Red) berlangsung pelik dan molor dari jadwal. Seharusnya, rapat hanya dilakukan sehari pada Sabtu (11/7). Namun, karena tak kunjung ada keputusan, rapat dilanjutkan hingga kemarin (12/7).

Pimpinan Eurogroup Jeroen Dijsselbloem mengungkapkan, rapat berlangsung alot karena ada isu terkait dengan kredibilitas dan kepercayaan. Para menteri keuangan yang membahas nasib Yunani masih terbagi menjadi dua kubu. Yaitu, antara percaya dan tidak dengan proposal yang diajukan Perdana Menteri Yunani Alexis Tsipras.

Bailout ketiga yang diajukan Athena mencapai EUR 53,5 miliar atau setara dengan Rp 796,7 triliun. Utang itu akan diangsur selama tiga tahun hingga 2018.

Jerman yang merupakan pemberi utang terbesar kepada Athena bahkan sudah menuliskan perkiraan skenario ketika Yunani keluar dari eurozone selama lima tahun mendatang jika proposal yang diajukan Athena gagal disetujui. Meski begitu, dalam rapat Sabtu lalu, dokumen tersebut tidak didistribusikan di dalam rapat.

Karena molornya pembicaraan antarmenteri keuangan eurozone tersebut, Uni Eropa (UE) akhirnya menunda Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) dengan 28 negara anggotanya. Seharusnya, proposal itu memang dibahas secara maraton. Setelah dibahas para menteri keuangan eurozone, hasilnya akan dirapatkan di KTT UE dan terakhir digodok lagi oleh para pimpinan negara-negara eurozone.

"Saya harus membatalkan EUCO (KKT UE, Red) hari ini," ujar Presiden Dewan Eropa Donald Tusk. Meski begitu, rapat 19 pimpinan negara-negara eurozone tetap berlangsung. Dari 28 negara-negara Eropa, memang hanya 19 negara yang menggunakan mata uang euro.

Rapat para pimpinan eurozone tersebut akan berlangsung pukul 14.00 GMT (21.00 waktu Indonesia) hingga tercapainya kesepakatan atas proposal Yunani.

Beberapa diplomat dan menteri keuangan eurozone menganggap penundaan KTT UE itu sebagai sinyal yang baik. Ada indikasi bahwa UE ingin menyelamatkan Yunani. Termasuk memberikan waktu kepada para menteri keuangan untuk melakukan pembahasan lebih lama.

UE akan menjadi kunci terakhir setelah rapat para menteri keuangan dan pimpinan eurozone dilakukan. "Penundaan (KKT UE) untuk memberikan waktu pada kami menyelesaikan kesepakatan dan memberi ruang untuk diskusi yang lebih baik di level eurozone," ujar salah seorang diplomat Yunani.

Meski begitu, penundaan tersebut tetap membuat nasib Yunani di ujung tanduk. Sebab, dalam hitungan hari, bank-bank di Negeri Dewa Dewi itu akan kolaps dan kehabisan uang tunai.

Sudah dua minggu ini Yunani menerapkan kebijakan capital control. Bank-bank tutup dan uang di ATM dibatasi. Penduduk merasa ketakutan. Jika tak kunjung ada penyelesaian, sebentar lagi obat-obatan dan makanan habis.

Menteri Perekonomian Yunani Giorgos Stathakis mengungkapkan, pengetatan itu mungkin berlangsung berbulan-bulan, meski kesepakatan dengan para kreditor disetujui. Bank Sentral Eropa memang menyediakan bantuan likuiditas darurat agar bank di Yunani tetap bisa bertahan.

Namun, mereka memberikan batasan. Jika kesepakatan dengan kreditor pemberi pinjaman gagal, bisa dipastikan kucuran dari Bank Sentral Eropa ikut mandek. (AFP/Reuters/BBC/sha/c19/tia/jpnn/pul)


Berita Terkait

Oh...Yunani, Obat-obatan dan Makanan Terancam Habis

Lahirnya Budaya Dunia Barat di Eropa Selatan Tenggara Greece
Berita Terpopuler
Karyawan Sier Antisipasi Gempa Jepara Susulan, Surabaya Termasuk Daerah Rawan G...selanjutnya
Metropolis  10 jam

Demi Efisiensi Pembelajaran, 83 SD Diregroup
Pendidikan  4 jam

Bupati Sudah Memilih Calon Sekda, Tinggal Menunggu Surat Dari Mendagri Untuk Per...selanjutnya
Malang Raya  8 jam

Asap Cair Batok Kelapa Diklaim Jadi Obat Penangkal Covid-19
Kesehatan  7 jam



Cuplikan Berita
Puluhan Peserta UTBK Rapid Test di Lokasi Ujian
Pojok Pitu

Gempar, Bayi Perempuan Dibuang di Teras Rumah Warga
Pojok Pitu

Diduga Bawa BBM, Sebuah Mobil Terbakar di Dekat SPBU Keting
Jatim Awan

Diserang Tikus, Petani Ponorogo Resah
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber