Berita Terbaru :
Bekali Karyawan Keahlian Bela Diri, Balmon Buat Dojo Kempo
Mengenal Dua Ulama Besar Pendiri NU dan Muhamadiyah Melalui Film
Machfud Arifin-Mujiaman Ajak Warga Surabaya Perangi Kecurangan di Pilwali
Ujian Hafalan Al-Quran di Tengah Pandemi
LSM LKHPI Bertekad Pecahkan Persoalan Hukum, Ekonomi, Sosial dan Politik
KPU Surabaya Gelar Deklarasi Kampanye Damai
Pemkot Surabaya Kembali Lakukan Rapid Tes di Tempat
Ratusan Taruna-Taruni Ikuti Pelayaran Ke Pulau Terluar
Anjlok, Harga Sayur di Lumajang
Kepepet Biaya Nikah, Pemuda Asal Kupang Ini Bobol Toko
Sepuluh Tahun Bupati Sambari Mengabdi, Banyak Pembangunan Monumental di Kabupaten Gresik
Pernyataan Sikap atas Keputusan Presiden Mengangkat Eks Anggota Tim Mawar di Kementerian Pertahanan
Bermain Judi Online 5 Warga Diamankan
Seorang Gadis di Bawah Umur Digilir Tujuh Pemuda
Langgar Protokol Kesehatan Polisi Bubarkan Kegiatan Lomba Layangan
   

Anak Sangat Usil, Perlukah Ada Reward dan Punishment ?
Konsultasi Psikologi  Senin, 03-08-2020 | 13:38 wib
Reporter :
ILUSTRASI. Mendengarkan dongeng dan saling bercerita membantu anak untuk berimajinasi. Imajinasi sangat penting bagi perkembangan daya pikir anak. Serta sebagai sarana untuk menanamkan etika dan nilai-nilai kehidupan. Foto dok pojokpitu.com
Surabaya pojokpitu.com, Rublik Konsultasi Pengembangan Diri pojokpitu.com untuk memberikan pelayanan bantuan bagi semua orang yang membutuhkan solusi. Terutama untuk pengembangan kepribadian serta dampak psikologis lain, akibat peristiwa kekerasan, konflik, bencana alam, dampak penyakit dan pengalaman traumatis. Rublik Konsultasi Pengembangan Diri ini terbuka, materi kasus/naskah dikirim melalui email pojokpitu@yahoo.com.

Pertanyaan,

Saya memiliki 2 anak masih usia 7 tahun dan 4 tahun. Keduanya tumbuh sehat secara fisik dan mentalnya. Namun sesuai usia itu, kedua anak saya mulai muncul tingkah polah yang sering membuat jengkel kami orang tua. Bahkan keduanya sering bertengkar hanya memperebutkan sesuatu hal yang tidak penting.

Atas kegaduhan di rumah kecil kami, kami berusaha menahan emosi diri. Namun yang kami khawatirkan, apakah perilaku yang saya anggap "Nakal" itu akan permanen jika tanpa didikan yang keras.

- Apakah kenakalan dan usil anak saya itu masih wajar ?
- Apakah reward dan punishment merupakan salah satu cara tepat untuk membentuk perilaku anak saya ini ?
- Apakah ada kelebihan dan kekurangan jika menerapkan reward dan punishment ?
- adakah cara lain mendidik anak yang tepat?

Surabaya 1 Agustus 2020
Yasmin, putri


Jawaban:

Hai ibu Yasmin, senang sekali mengetahui bahwa ibu memiliki 2 orang putera yang sehat. Saya memahami memiliki putera yang sedang berada di dua tahap perkembangan yang berbeda memanglah tidak mudah.   Masing-masing memiliki karakteristik dan kebutuhan berbeda yang perlu kita pahami dengan lebih bijaksana. Bagi putera ibu yang berusia 2 tahun, ini adalah masa dimana rasa ingin tahunya berkembang sangat pesat, ananda sudah mulai memahami keberadaan diri, orang lain dan benda-benda di sekitarnya.

Tak jarang eksplorasi terhadap benda-benda di sekitarnya menimbulkan "kekacauan"  versi orang dewasa, sehingga masa anak-anak usia 2 tahun sering disebut dengan masa terrible two, masa-masa dimana anak seringkali menimbulkan "masalah". Beberapa orang melihat anak-anak di usia ini terlihat egois, padahal itu adalah sesuatu yang wajar. Selain perkembangan emosi & moral yang belum optimal, di masa ini anak-anak juga Di lain sisi, putera sulung ibu yang sedang berusia 7 tahun, umunya sedang berada di awal masa Sekolah Dasar. Dimana di masa ini ananda sedang butuh banyak penyesuaian baik pada aspek kognitif, sosial & emosi.

Pertengkaran antar saudara pada dasarnya adalah wajar dalam porsi tertentu, peristiwa ini tidak selalu dianggap sebagai momen yang negatif namun sebaliknya dapat menjadi wadah anak untuk belajar problem solving atau mencari jalan keluar sebuah masalah. Pertengkaran akan menjadi hal yang perlu diwaspadai ketika membahayakan keselamatan masing-masing anak. Jenis pertengkaran seperti ini termasuk ke dalam sibling rivalry, yaitu persaingan antar saudara yang memiliki unsur adanya kompetisi, kecemburuan dan kebencian. Untuk meminimalisir hal ini terjadi maka orang tua perlu memastikan bahwa tangki cinta kedua anak telah terisi dengan optimal. Terutama tangki cinta pada anak sulung, hal ini dikarenakan apa yang ia dapatkan dari orang tua akan dia salurkan pada orang sekitarnya termasuk sang adik.

Strategi lain yang dapat dilakukan adalah melakukan aktivitas bersama, seperti olah raga bersama, bermain bersama atau membaca/dibacakan buku bersama. Kegiatan story telling tidak hanya menjadi sarana yang baik untuk mentransfer nilai-nilai baik dalam hidup tanpa anak merasa digurui namun juga terbukti mampu menstimulasi kedekatan orang tua-anak-antar saudara.

Selain itu ibu juga dapat menerapkan disiplin positif bagi kedua putra ibu. Dalam disiplin positif, selain reward terdapat konsekuensi. Konsekuensi adalah hal yang sebaiknya dipilih dibanding  dengan punishment. Punishment dapat berpotensi meninggalkan luka pada perasaan anak, berbeda dengan konsekuensi, anak akan melakukan dengan sadar tanpa terpaksa hal ini dikarenakan konsekuensi adalah hasil kesepakatan antara anak dan pihak-pihak di luar dirinya. Semisal, kakak ingin memainkan barang milik adik, ibu dapat membuat kesepakatan bersama kakak dengan menetapkan seberapa lama kakak ingin memainkan itu, semisal 10 menit lalu konsekuensi apa yang akan dipilih bila kakak melanggar kesepakatan. Bagi anak-anak yang berusia pra sekolah, kesepakatan dan konsekuensi hendaknya dibuat sekongkrit mungkin. Sehingga anak dapat belajar mengenai konsep berbagi dan bertanggung jawab dengan cara yang lebih menyenangkan.

Demikian, semoga bermanfaat.

Salam,
Nara Sumber: Sayidah Aulia ul Haque, M.Psi., Psikolog

Berita Terkait

Cara Menumbuhkan Bakat Anak di Usia Sekolah

Bingung Pilih Antara PNS atau Pengusaha

Jika Pimpinan Manfaatkan Anak Buahnya

Ada Dua Pilihan Yang Meragukan, Saya Pilih Mana
Berita Terpopuler
Karbak TNI, Santri Mendapatkan Pelajaran Kedisiplinan dan Budidaya Udang Vaname
Peristiwa  21 jam

Langgar Protokol Kesehatan Polisi Bubarkan Kegiatan Lomba Layangan
Peristiwa  7 jam

Selain di Ngawi, Warga Madiun Juga Jadi Korban Sasaran Peredaran Upal
Peristiwa  20 jam

LSM LKHPI Bertekad Pecahkan Persoalan Hukum, Ekonomi, Sosial dan Politik
Opini  3 jam



Cuplikan Berita
Janji Datangkan Samurai 500 M, Korban Justru Tertipu Rp 18 M
Pojok Pitu

Diduga Akibat Puntung Rokok Dibuang Sembarangan, Savana Kawah Wurung Terbakar
Pojok Pitu

Hingga Malam Hari Bukit Bentar Terbakar, Petugas Masih Lakukan Pemadaman Manual
Jatim Awan

Kebakaran Gudang Margomulyo, Tiga Isi Gudang Ludes Dilalap Api
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber