Berita Terbaru :
Mengenal Dua Ulama Besar Pendiri NU dan Muhamadiyah Melalui Film
Machfud Arifin-Mujiaman Ajak Warga Surabaya Perangi Kecurangan di Pilwali
Ujian Hafalan Al-Quran di Tengah Pandemi
LSM LKHPI Bertekad Pecahkan Persoalan Hukum, Ekonomi, Sosial dan Politik
KPU Surabaya Gelar Deklarasi Kampanye Damai
Pemkot Surabaya Kembali Lakukan Rapid Tes di Tempat
Ratusan Taruna-Taruni Ikuti Pelayaran Ke Pulau Terluar
Anjlok, Harga Sayur di Lumajang
Kepepet Biaya Nikah, Pemuda Asal Kupang Ini Bobol Toko
Sepuluh Tahun Bupati Sambari Mengabdi, Banyak Pembangunan Monumental di Kabupaten Gresik
Pernyataan Sikap atas Keputusan Presiden Mengangkat Eks Anggota Tim Mawar di Kementerian Pertahanan
Bermain Judi Online 5 Warga Diamankan
Seorang Gadis di Bawah Umur Digilir Tujuh Pemuda
Langgar Protokol Kesehatan Polisi Bubarkan Kegiatan Lomba Layangan
Swab Pertama 127 Nakes Negatif, Tunggu Hasil Swab Kedua
   

Kasus Pembunuhan Istri Ternyata Bermotif Ekonomi dan Asmara
Mataraman  Senin, 03-08-2020 | 13:03 wib
Reporter : Saiful Mualimin
Tersangka Safaat (49) warga Dusun Ngenden Desa Rejoslamet Kecamatan Mojowarno Jombang
Jombang pojokpitu.com, Motif aksi pembunuhan yang dilakukan suami terhadap istrinya di Jombang mulai terkuat. Pelaku mengaku cemburu dan curiga istrinya selingkuh.

Tersangka Safaat (49) warga Dusun Ngenden Desa Rejoslamet Kecamatan Mojowarno Jombang  mengakui aksi nekatnya karena merasa jengkel dengan sang istri. Pasalnya Sri Istuningati (49) sang istri diduga menyembunyikan sebagian hasil kerjanya di tempat lain.

Pria yang sudah bekerja di Amerika Serikat sejak 2011 ini mengaku setiap bulan selalu mengirimkan uang minimal Rp 35 juta kepada istri dan anaknya. Jika dihitung, kekayaannya seharusnya sudah mencapai Rp 2 miliar. Sayangnya saat pulang  hasil jerih payahnya tidak sebanding dengan yang ada.

"Sejak 4 bulan pulang dari Amerika  tidak ada perlakuan yang mengenakan dari Sri," kata Safaat.

Akibatnya dirinya selalu cekcok dan bertengkar. Yang menyakitnya, sang anak Noval lebih membela  sang ibu. Bahkan pelaku mengaku sering dihajar dan dipukul dengan kursi usai memarahi sang ibu.

Sementara itu AKP Hariono Kasubag Humas Polres Jombang mengatakan,  petugas memastikan motif pelaku karena cemburu dan ekonomi. Akibatnya memicu pelaku kalap hingga membunuh istri dan menganiaya ankanya. "Kami mengamankan sebuah senjata tajam yang di gunakan menghabisi korban saat melihat TV di kamar hingga tewas. Sedang Noval, sang anak kini masih menjalani perawatan intesif di RSUD Jombang," kata AKP Hariono

Pelaku kini hanya bisa menyesali perbuatannya. Petugas menjerat pelaku dengan pasal 240 subsider 338 dengan ancaman  15 tahun penjara. (PUL)

Berita Terkait

Kasus Pembunuhan Istri Ternyata Bermotif Ekonomi dan Asmara

Sering Cekcok Masalah Rumah Tangga

Pulang Dari Amerika, Safaat Bunuh Istri dan Lukai Anaknya

Pembunuh Sang Guru Adalah Pasutri Pencari Kost
Berita Terpopuler
Karbak TNI, Santri Mendapatkan Pelajaran Kedisiplinan dan Budidaya Udang Vaname
Peristiwa  21 jam

Langgar Protokol Kesehatan Polisi Bubarkan Kegiatan Lomba Layangan
Peristiwa  6 jam

Selain di Ngawi, Warga Madiun Juga Jadi Korban Sasaran Peredaran Upal
Peristiwa  20 jam

LSM LKHPI Bertekad Pecahkan Persoalan Hukum, Ekonomi, Sosial dan Politik
Opini  2 jam



Cuplikan Berita
Janji Datangkan Samurai 500 M, Korban Justru Tertipu Rp 18 M
Pojok Pitu

Diduga Akibat Puntung Rokok Dibuang Sembarangan, Savana Kawah Wurung Terbakar
Pojok Pitu

Hingga Malam Hari Bukit Bentar Terbakar, Petugas Masih Lakukan Pemadaman Manual
Jatim Awan

Kebakaran Gudang Margomulyo, Tiga Isi Gudang Ludes Dilalap Api
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber