Berita Terbaru :
Bawa Paving Dalam Tas, Pemuda Diduga Ceburkan Diri Ke Sungai
24 Botol Miras dan 7 Pemandu Lagu Diamankan Satpol PP
Kampanye Tetap Bermasker Aisyiyah Jawa Timur
Kyai Kampung Hingga Pendeta Dukung dan Bergerak Menangkan MA-Mujiaman
Tanam Tanpa Tanah di Area Paving, Melon Emas Siswa SMK Bergelantungan Dengan Penguat Tali
Bupati Sidoarjo Non Aktif Optimis Bebas Dari Tuntutan JPU KPK
Tak Penuhi Protokol Kesehatan, Aksi KAMI Dibubarkan
Puluhan Massa Tolak Kegiatan KAMI di Surabaya
Titip Transfer Uang, Warga Ngawi Dibayar Dengan Uang Palsu
Polisi Amankan Mantan Cawabup Madiun Pengedar Uang Palsu
Gubernur Resmikan RSUD Rujukan Bertaraf Internasional, Bakal Jadi Rumah Sakit Terbesar di Tapal Kuda
Jelang Lanjutan Liga 1, Tim dan Perangkat Pertandingan Arema FC Di-Swab Test
Diduga Ngantuk di Tol, Mobil Suzuki Ignis Seruduk Pick Up, 1 Orang Luka
Dinginkan Suasana Politik, Plt Bupati Datangi DPRD Jember
Diduga Bermuatan Politik, Pinjaman Rp 200 Milyar Pemkab Diadukan Ke Bawaslu
   

Di Era New Normal, Petani Sulap Kebunnya Jadi Wisata Petik Apel
Mlaku - Mlaku  Senin, 03-08-2020 | 09:19 wib
Reporter : Abdul Majid
Pasuruan pojokpitu.com, Di era new normal saat ini, petani buah di Pasuruan, menerapkan wisata petik buah. Pasalnya, sejak adanya pandemi covid-19 petani tak lagi mengirim hasil panennya keluar kota. Namun kini mereka tinggal menunggu wisatawan yang datang berkunjung ke kebunnya. Bahkan sejak adanya new normal, banyak wisatawan yang datang usai berwisata ke Gunung Bromo maupun sebelumnya.

Sejumlah wisatawan menikmati eksotis lokal menikmati wisata petik apel di Desa Blarang Kecamatan Tutur Kabupaten Pasuruan pada Minggu pagi.

Ratusan pohon apel jenis rome beauty dan jeruk batu 55 milik H.Jamaludin, disulap menjadi sebuah tempat wisata petik apel, sejak adanya kebijakan new normal.

Pasalnya, sejak pandemi covid 19, petani buah ini tidak bisa mengirim hasil panennya ke luar kota mau pun daerah lain, karena kebijakan di masing-masing daerah yang menerapkan sistem pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Sejak itulah, para pemilik kebun berinisiatif membuka wisata petik buah yang dipromosikan  melalui sosial media , dan kelompok sadar wisata, pokdarwis.

Tak heran, kini setiap harinya  banyak dikunjungi wisatawan lokal baik yang akan ke Gunung Bromo atau sesudahnya.

Pengunjung bisa memetik langsung buah apel rome beuaty dengan warna merah merona rasanya manis dan renyah setiap kilogramnya dihargai Rp 30 ribu sedangkan untuk jeruk batu 55 rasanya manis sekali dihargai Rp 15 ribu.

Selain bisa dimakan langsung di kebun juga bisa dibuat oleh-oleh. Selain itu, juga aman bagi pengunjung bila dimakan langsung karena menggunakan pupuk organik.

Wisata petik apel dan jeruk ini akan terus digalakkan selagi pandemi covid 19 masih ada di muka bumi Indonesia.(end)

Berita Terkait

Di Era New Normal, Petani Sulap Kebunnya Jadi Wisata Petik Apel

Wisata Petik Apel Batu Diminati Wisatawan Luar Kota
Berita Terpopuler
Ratusan Warga Demo Kantor Desa Protes Proyek Perpipaan
Peristiwa  8 jam

Polisi Amankan Mantan Cawabup Madiun Pengedar Uang Palsu
Peristiwa  5 jam

Angin Kencang Disertai Hujan Deras Rusak Puluhan Rumah Warga
Peristiwa  11 jam

Tak Kuat Menanjak, Truk Bermuatan Ayam Potong Nyungsep
Peristiwa  8 jam



Cuplikan Berita
Viral Danramil dan Anggota Bubarkan Orkes Hajatan
Pojok Pitu

Janji Datangkan Samurai 500 M, Korban Justru Tertipu Rp 18 M
Pojok Pitu

Hingga Malam Hari Bukit Bentar Terbakar, Petugas Masih Lakukan Pemadaman Manual
Jatim Awan

Kebakaran Gudang Margomulyo, Tiga Isi Gudang Ludes Dilalap Api
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber