Berita Terbaru :
Merah Putih Tegak Berkibar di Mabar
Polisi Malang Ungkap Penjualan Motor Leasing
Parade Nusantara Tuntut Revisi UU 2/2020 yang Hapus Dana Desa, Hari Ini Agenda Perbaikan Gugatan
Seluruh Parpol Ngawi Deklarasi Usung Pasangan OK
Beredar Surat Keterangan Bebas Covid 19 Palsu
Setiajit-Armaya Resmi Kantongi Rekom PDIP di Pilkada Tuban
Tiga Tenaga Kesehatan Pungpungan Positif Covid-19
Memalukan, Muda Mudi Ini Berbuat Senonoh di Areal Taman Adipura Sumenep
Rem Blong, Truk Hantam Mobil dan Motor
Janda Mucikari Jual Anak Bau Kencur Tarif Rp 800 Ribu
Bocah Diduga Disunat Makhluk Halus Gemparkan Warga Tuban
Hasil Swab, 19 Pegawai Dispendukcapil Positif Virus Corona
Siswa Tuna Netra Kelas 1 SLB Ikut Lomba Hafalan Alquran Tingkat Asia
PKB Rekom Gus Ipul Maju Pilwali Kota Pasuruan
Tabrak Dump Truk Parkir, Seorang Pengendara Tewas di Mojokerto
   

Usia 40 Tahun ke Atas, Waspadai Frozen Shoulder
Kesehatan  Jum'at, 31-07-2020 | 22:27 wib
Reporter :
Pasien OTG pasuruan melakukan senam perenggangan di tengah terik matahari. Foto Majid
pojokpitu.com, Kasus frozen shoulder atau rasa nyeri dan kaku di area bahu termasuk penyakit yang belum dapat dipastikan penyebabnya. Namun, gejala yang dirasakan biasanya dimulai dengan rasa nyeri yang sangat luar biasa di bahu. Selain itu, diikuti limitasi pada gerakan.

"Dipakai angkat tangan terasa sakit, mau angkat barang, pakai baju sulit," ucap dr Stefani SpKFR.

Bagaimana membedakan nyeri bahu yang termasuk frozen shoulder dan yang bukan? Stefani menuturkan, keterbatasan gerak tangan pada frozen shoulder terjadi pada segala arah. Baik ke atas, depan, maupun samping. Jika pada arah tertentu saja, bisa dicari penyebab lainnya.

Penyakit itu dibagi menjadi tiga tahap. Dokter Pramono Ari Wibowo SpOT menyebutkan, tahap pertama disebut freezing. Pada tahap itu, pasien biasanya merasakan nyeri hebat. Sifatnya progresif, bahkan bisa mengakibatkan terbangun saat malam karena nyeri tersebut. "Pada beberapa kasus, juga ada yang dipakai diam saja sudah nyeri," jelas Stefani. Tahap pertama itu biasanya terjadi selama tiga hingga sembilan bulan.

"Tahap kedua disebut frozen shoulder, di sini nyerinya mulai berkurang," jelas Pramono. Rasa nyeri mulai berkurang pada beberapa jenis gerakan tertentu saja. Hilang timbul dan tak lagi mengganggu tidur secara terus-menerus. Namun, keterbatasan gerak masih dirasakan pasien. Tahap tersebut biasanya terjadi selama 12 bulan. Dengan demikian, total 21 bulan sejak tahap awal.

Tahap terakhir disebut thawing. Pada tahap ini, gerakan bahu mulai membaik. Rasa nyeri juga biasanya menghilang. Namun, tahap tersebut berjalan selama 24 bulan. "Jadi, total kalau pulih sendiri itu bisa 45 bulan," tutur dokter spesialis ortopedi di National Hospital tersebut. Meski begitu, proses pemulihan tak terjadi 100 persen. Dari 10 orang, bisa jadi 1-2 orang dengan frozen shoulder tetap tak membaik setelah bertahun-tahun.

Faktor yang memengaruhi munculnya frozen shoulder ternyata terkait beberapa hal. Salah satunya usia. Stefani mengatakan, banyak pasien datang dengan frozen shoulder sudah berusia 40 tahun ke atas. Jenis kelamin juga didominasi perempuan. "Laki-laki lebih sedikit, tapi biasanya datang dengan keluhan yang lebih berat. Faktor persisnya belum diketahui," papar Pramono.

Faktor adanya penyakit diabetes melitus juga cukup memengaruhi. "Mereka yang menderita kencing manis punya kemungkinan dua kali lebih tinggi," ucap Pramono. Pengobatan yang dilakukan jadi lebih rumit jika pasien memiliki kencing manis. Hal itu dipengaruhi ketidakoptimalan di pembuluh darah.

Pemeriksaan awal pada frozen shoulder biasanya untuk memetakan kategori primer atau sekunder. "Jadi, kita lakukan rontgen untuk melihat apakah ada kondisi penyebabnya," imbuhnya.

Pemulihan biasanya diutamakan dengan terapi konservatif dulu atau tidak melalui operasi. "Dikombinasi, bisa pemberian fisioterapi dengan obat-obatan untuk mengurangi gejala dan peradangan. Kita mesti tahu mereka datang di fase apa," ungkap Pramono. Stefani menambahkan, terapi kompres pada bahu juga dilakukan untuk membantu pengurangan rasa nyeri. (JawaPos/pul)

Tentang Frozen Shoulder

- Secara umum dibagi dua dari kondisi awalnya, primer dan sekunder.
- Primer jika tak ada riwayat jatuh, dipijat, atau lainnya.
- Sekunder jika terjadi karena ada pemicu. Bisa di luar sendi, dalam sendi, atau saraf.
- Penyebab pasti belum diketahui. Namun, beberapa penelitian mengarah pada peradangan sehingga kapsul pembungkus sendi jadi menebal.


Sumber: dr Pramono Ari Wibowo SpOT


Berita Terkait

Usia 40 Tahun ke Atas, Waspadai Frozen Shoulder

Cegah Corona, Warga Ikut Senam Bersama dan Minum Ramuan Probiotik

Cegah Covid 19, Warga di Kampung Tangguh Gelar Senam Massal

Bangun Semangat Untuk Sembuh, Tim Medis dan Pasien Covid 19 Aerobik di Dalam Ruang Isolasi
Berita Terpopuler
Lagi, Perawat Senior RS Delta Surya Meninggal Akibat Covid 19
Metropolis  15 jam

Hasil Swab, 19 Pegawai Dispendukcapil Positif Virus Corona
Covid-19  4 jam

Punggung Naga, Jalur Ekstrim Menuju Puncak Piramid
Mlaku - Mlaku  16 jam

Indahnya Hamparan Hijau Bukit Betitang dan Buki Candi Diujung Selatan Probolingg...selanjutnya
Mlaku - Mlaku  15 jam



Cuplikan Berita
Ratusan Ibu Hamil Swab Massal di Gelora Pancasila
Pojok Pitu

Begini Pengakuan Bupati Menanggapi Pemakzulan DPRD Jember
Pojok Pitu

Awal September Subsidi Gaji Dari Pemerintah Cair 1,2 Juta
Jatim Awan

Lupa Mematikan Kompor, 1 Rumah di Bojonegoro Terbakar
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber