Berita Terbaru :
KPU Surabaya Segera Gelar Debat Publlik Pada 4 November
Banyaknya Kendaraan Pribadi, Trayek Pedesaan Hampir Punah
Kokedama, Inovasi Serabut Kelapa Jadi Media Tanaman Hias
Eksotisme Goa Ngerong yang Dihuni Ribuan Ikan dan Kelelawar
Sarung Kain Batik Tulis Jetis Sidoarjo Ramai Dipesan
Menikmati Bakso Lobster Saat Libur Panjang
Rayakan Maulid Nabi Muhammad Saw, Pengemudi Ojol di Tulungagung Pasang Tarif Seikhlasnya
Selama Juni, PMI Surabaya Sudah Menerima 282 Pendonor Plasma Untuk Penderita Covid-19
Banyak Pelanggar, Polisi Edukasi Pelanggar Dengan Diberi Masker dan Helm
Long Weekend, KWJ Mulai Dipadati Wisatawan
Kisah Nenek 105 Tahun Sembuh Covid-19
   

Dampak Pandemi, 68 Ribu Warga Bojonegoro dan Tuban Menunggak Iuran BPJS
Kesehatan  Kamis, 30-07-2020 | 12:01 wib
Reporter : Avrizal Ilmi
Berita Video : Dampak Pandemi, 68 Ribu Warga Bojonegoro dan Tuban Menunggak Iuran BPJS
Bojonegoro pojokpitu.com, Dampak pandemi covid-19, sebanyak 68 ribu warga di Kabupaten Bojonegoro dan Tuban, menunggak iuran BPJS Kesehatan. Peserta yang menunggak merata di semua kelas, baik kelas satu dua dan tiga dengan nilai total tunggakan mencapai Rp 40 miliar.

Data di kantor BPJS Kesehatan Cabang Bojonegoro, yang juga mencakup wilayah Kabupaten Tuban menyebutkan. Selama pandemi covid-19, atau dalam tiga bulan terahir, tercatat ada lebih dari 68 ribu warga di dua wilayah tersebut yang menunggak iuran BPJS kesehatan.

Mereka yang menunggak merupakan peserta mandiri,baik kelas satu,dua dan kelas tiga. Total tungakan yang belum dibayarkan mencapai lebih dari Rp 40 miliar.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Bojonegoro, Janoe Teguh Prasetyo mengatakan, jumlah warga yang menunggak mengalami lonjakan,dibanding sebelum masa pandemi covid-19.

Meski banyak peserta yang menunggak, namun pihak BPJS mengaku semua klaim rumah sakit sudah dibayar. Terahir total tagihan yang dibayar BPJS di Kabupaten Bojonegoro dan Tuban mencapai Rp 240 miliar. "Selama masa pandemi covid-19 pihak BPJS Kesehatan memberikan program relaksasi, yaitu bagi peserta mandiri maupun badan usaha, yang menunggak lebih dari 7 bulan," kata Janoe.

Untuk mengaktifkan kembali kartu BPJS, mereka bisa membayar 6 bulan plus satu bulan berjalan. Sisanya bisa diangsur hingga desember tahun 2021. Rogram relaksasi ini akan berlangsung hingga ahir tahun 2020. (pul/VD:YAN)

Berita Terkait

64.849 Peserta BPJS Kesehatan Akan Dinonaktifkan

Klaim Pasien Covid-19 di Surabaya Hampir Capai Rp 1 Triliyun

Perpanjang Pelaporan Subsidi Gaji Berpenghasilan di Bawah Rp 5 Juta

Ribuan Peserta BPJS Ketenagakerjaan Ponorogo Dapat Dana Rp 600 Ribu
Berita Terpopuler
Rayakan Maulid Nabi Muhammad Saw, Pengemudi Ojol di Tulungagung Pasang Tarif Sei...selanjutnya
Sosok  6 jam

Banyak Pelanggar, Polisi Edukasi Pelanggar Dengan Diberi Masker dan Helm
Peristiwa  8 jam

Kokedama, Inovasi Serabut Kelapa Jadi Media Tanaman Hias
Life Style  2 jam

Kisah Nenek 105 Tahun Sembuh Covid-19
Covid-19  11 jam



Cuplikan Berita
Kapal Motor Muatan Solar Terbakar di Dermaga Pulau Gili Ketapang
Pojok Pitu

Jalan Penghubung Antar Kecamatan Longsor, Kendaraan Roda 4 Tidak Bisa Melintas
Pojok Pitu

Truk Penambang Pasir Terseret Banjir Lahar Semeru
Jatim Awan

Terjatuh Dari Motor Curiannya, Pelaku Babak Belur Dimassa
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber