Berita Terbaru :
Polisi Malang Ungkap Penjualan Motor Leasing
Parade Nusantara Tuntut Revisi UU 2/2020 yang Hapus Dana Desa, Hari Ini Agenda Perbaikan Gugatan
Seluruh Parpol Ngawi Deklarasi Usung Pasangan OK
Beredar Surat Keterangan Bebas Covid 19 Palsu
Setiajit-Armaya Resmi Kantongi Rekom PDIP di Pilkada Tuban
Tiga Tenaga Kesehatan Pungpungan Positif Covid-19
Memalukan, Muda Mudi Ini Berbuat Senonoh di Areal Taman Adipura Sumenep
Rem Blong, Truk Hantam Mobil dan Motor
Janda Mucikari Jual Anak Bau Kencur Tarif Rp 800 Ribu
Bocah Diduga Disunat Makhluk Halus Gemparkan Warga Tuban
Hasil Swab, 19 Pegawai Dispendukcapil Positif Virus Corona
Siswa Tuna Netra Kelas 1 SLB Ikut Lomba Hafalan Alquran Tingkat Asia
PKB Rekom Gus Ipul Maju Pilwali Kota Pasuruan
Tabrak Dump Truk Parkir, Seorang Pengendara Tewas di Mojokerto
Dua Bakal Calon Bupati Sidoarjo Masih Menunggu Rekom DPP PDIP
   

Dampak Pandemi, 68 Ribu Warga Bojonegoro dan Tuban Menunggak Iuran BPJS
Kesehatan  Kamis, 30-07-2020 | 12:01 wib
Reporter : Avrizal Ilmi
Berita Video : Dampak Pandemi, 68 Ribu Warga Bojonegoro dan Tuban Menunggak Iuran BPJS
Bojonegoro pojokpitu.com, Dampak pandemi covid-19, sebanyak 68 ribu warga di Kabupaten Bojonegoro dan Tuban, menunggak iuran BPJS Kesehatan. Peserta yang menunggak merata di semua kelas, baik kelas satu dua dan tiga dengan nilai total tunggakan mencapai Rp 40 miliar.

Data di kantor BPJS Kesehatan Cabang Bojonegoro, yang juga mencakup wilayah Kabupaten Tuban menyebutkan. Selama pandemi covid-19, atau dalam tiga bulan terahir, tercatat ada lebih dari 68 ribu warga di dua wilayah tersebut yang menunggak iuran BPJS kesehatan.

Mereka yang menunggak merupakan peserta mandiri,baik kelas satu,dua dan kelas tiga. Total tungakan yang belum dibayarkan mencapai lebih dari Rp 40 miliar.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Bojonegoro, Janoe Teguh Prasetyo mengatakan, jumlah warga yang menunggak mengalami lonjakan,dibanding sebelum masa pandemi covid-19.

Meski banyak peserta yang menunggak, namun pihak BPJS mengaku semua klaim rumah sakit sudah dibayar. Terahir total tagihan yang dibayar BPJS di Kabupaten Bojonegoro dan Tuban mencapai Rp 240 miliar. "Selama masa pandemi covid-19 pihak BPJS Kesehatan memberikan program relaksasi, yaitu bagi peserta mandiri maupun badan usaha, yang menunggak lebih dari 7 bulan," kata Janoe.

Untuk mengaktifkan kembali kartu BPJS, mereka bisa membayar 6 bulan plus satu bulan berjalan. Sisanya bisa diangsur hingga desember tahun 2021. Rogram relaksasi ini akan berlangsung hingga ahir tahun 2020. (pul/VD:YAN)

Berita Terkait

Dampak Pandemi, 157 Perusahaan Menunggak Iuran BPJS Kesehatan

Dampak Pandemi, 68 Ribu Warga Bojonegoro dan Tuban Menunggak Iuran BPJS

BPJS Kesehatan Beri Program Rileksasi Selama Pandemi Covid 19

Rumah Sakit Rujukan Minta Klaim BPJS Kesehatan Dipercepat
Berita Terpopuler
Lagi, Perawat Senior RS Delta Surya Meninggal Akibat Covid 19
Metropolis  14 jam

Hasil Swab, 19 Pegawai Dispendukcapil Positif Virus Corona
Covid-19  3 jam

Punggung Naga, Jalur Ekstrim Menuju Puncak Piramid
Mlaku - Mlaku  15 jam

Indahnya Hamparan Hijau Bukit Betitang dan Buki Candi Diujung Selatan Probolingg...selanjutnya
Mlaku - Mlaku  13 jam



Cuplikan Berita
Ratusan Ibu Hamil Swab Massal di Gelora Pancasila
Pojok Pitu

Begini Pengakuan Bupati Menanggapi Pemakzulan DPRD Jember
Pojok Pitu

Awal September Subsidi Gaji Dari Pemerintah Cair 1,2 Juta
Jatim Awan

Lupa Mematikan Kompor, 1 Rumah di Bojonegoro Terbakar
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber