Berita Terbaru :
Merah Putih Tegak Berkibar di Mabar
Polisi Malang Ungkap Penjualan Motor Leasing
Parade Nusantara Tuntut Revisi UU 2/2020 yang Hapus Dana Desa, Hari Ini Agenda Perbaikan Gugatan
Seluruh Parpol Ngawi Deklarasi Usung Pasangan OK
Beredar Surat Keterangan Bebas Covid 19 Palsu
Setiajit-Armaya Resmi Kantongi Rekom PDIP di Pilkada Tuban
Tiga Tenaga Kesehatan Pungpungan Positif Covid-19
Memalukan, Muda Mudi Ini Berbuat Senonoh di Areal Taman Adipura Sumenep
Rem Blong, Truk Hantam Mobil dan Motor
Janda Mucikari Jual Anak Bau Kencur Tarif Rp 800 Ribu
Bocah Diduga Disunat Makhluk Halus Gemparkan Warga Tuban
Hasil Swab, 19 Pegawai Dispendukcapil Positif Virus Corona
Siswa Tuna Netra Kelas 1 SLB Ikut Lomba Hafalan Alquran Tingkat Asia
PKB Rekom Gus Ipul Maju Pilwali Kota Pasuruan
Tabrak Dump Truk Parkir, Seorang Pengendara Tewas di Mojokerto
   

Candi Cungkup di lahan persawahan Dusun Kesiman, Desa Kesimantengah, Kecamatan Pacet.
Tempo Doeloe  Jum'at, 24-07-2020 | 22:14 wib
Reporter :
Candi Cungkup di lahan persawahan Dusun Kesiman, Desa Kesimantengah, Kecamatan Pacet. (Dwi Aris/Radar Mojokerto)
Mojokerto pojokpitu.com, TAK HANYA di Trowulan, candi peninggalan kejayaan Majapahit juga tersebar di banyak tempat. Termasuk di Pacet. Salah satunya adalah Candi Cungkup yang berada di lahan persawahan Dusun Kesiman, Desa Kesimantengah.

Bangunan candi setinggi sekitar 5 meter ini merupakan salah satu peninggalan Majapahit yang tercecer di kawasan Pacet. Nama Cungkup sendiri memiliki arti sebagai ujung bangunan suci. Sehingga bisa diasumsikan di bawah tanah masih terdapat bagian struktur candi yang terpendam.

Candi Cungkup relatif mudah dijangkau pengunjung. Karena hanya berjarak tempuh sekitar 10 menit dari Jalan Raya Pacet-Gondang. Atau berjarak sekitar kurang lebih 26 kilometer dari pusat Kota Mojokerto. Lokasinya pun bahkan sudah terdaftar di aplikasi peta populer. Sehingga, mudah ditemukan.

Lukman, salah satu pengunjung, mengatakan, ia bahkan sengaja mengajak beberapa teman di kalangan komunitas wisata Mojokerto untuk mengabadikan foto di kawasan Candi Cungkup. Hasil hunting foto tersebut kemudian dipajang di media social mereka. "Kami tertarik dan penasaran dengan pesona candi megah yang berada di tengah sawah," kata Lukman.

Gabungan antara keindahan pesona wisata alam dan nilai sejarah di Desa Kesimantengah sudah terlihat sejak melewati gapura masuk desa hingga lokasi candi. Setelah melewati jalan desa, terdapat hamparan jalan setapak melewati jalan persawahan. Setelah itu, para pengunjung harus berjalan kaki melewati pematang sawah untuk memasuki area candi.

Lokasi candi sendiri terletak di lereng bukit. Dan dari ketinggian bukit tersebut terlihat jurang di mana berada anak sungai yang membelah hamparan persawahan yang dinamakan Kali Cungkup oleh masyarakat setempat.

Kepala Desa Kesimantengah Bangga Al Hakim menjelaskan, keberadaan candi ini merupakan salah satu daya tarik tersendiri bagi pengunjung ke Desa Kesimantengah. Selain menikmati keindahan pesona alamnya, pengunjung juga bisa menyaksikan salah satu karya megah dari kerajaan terbesar di Nusantara, yakni Kerajaan Majapahit.

Bangga pun sangat berharap ada perhatian lebih terhadap Candi Cungkup agar makin berkembang. Termasuk yang paling utama adalah dibangunnya akses jalan desa ke candi serta jalan masuk menuju candi. Karena selama ini pengunjung masih harus melewati pematang sawah milik warga.

"Rata-rata pengunjung yang datang ke Candi Cungkup memang tertarik dengan jejak sejarah Majapahit tersebut. Selain tentu saja karena pesona alam persawahan desa ini. Kita berharap dengan perpaduan sejarah serta alam tersebut dapat lebih dioptimalkan untuk menggerakkan roda perekonomian bagi kesejahteraan warga serta menambah PAD desa dari sektor wisata desa," tandas Bangga. (dwi/abi/JawaPos/pul)


Berita Terkait

Candi Cungkup di lahan persawahan Dusun Kesiman, Desa Kesimantengah, Kecamatan Pacet.

Peresmian Candi Ganter Digeser ke Kantor Desa Tulung Rejo

Petugas BPCB Eskavasi Struktur Bangunan Kaki Candi Kerajaan Kuno

Libur Tahun Baru, Candi Penataran Dipadati Pengunjung
Berita Terpopuler
Lagi, Perawat Senior RS Delta Surya Meninggal Akibat Covid 19
Metropolis  15 jam

Hasil Swab, 19 Pegawai Dispendukcapil Positif Virus Corona
Covid-19  4 jam

Punggung Naga, Jalur Ekstrim Menuju Puncak Piramid
Mlaku - Mlaku  16 jam

Indahnya Hamparan Hijau Bukit Betitang dan Buki Candi Diujung Selatan Probolingg...selanjutnya
Mlaku - Mlaku  14 jam



Cuplikan Berita
Ratusan Ibu Hamil Swab Massal di Gelora Pancasila
Pojok Pitu

Begini Pengakuan Bupati Menanggapi Pemakzulan DPRD Jember
Pojok Pitu

Awal September Subsidi Gaji Dari Pemerintah Cair 1,2 Juta
Jatim Awan

Lupa Mematikan Kompor, 1 Rumah di Bojonegoro Terbakar
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber