Berita Terbaru :
TNI Akan Akan Lakukan Latihan Tempur Sikatan Daya
Kabupaten Trenggalek Terapkan Lelang Ikan Online Berbasis Aplikasi, Pertama di Jawa Timur
Tekan Penyebaran Covid-19, Pemkot Malang Kembali Tutup Jalan Ijen dan Veteran
Imam Masjid Girilaya : Machfud Arifin Pemimpin Yang Terbukti Peduli, Bukan Pemimpin Obral Janji
Waspada Bencana, BPBD Gandeng Badan Geologi Teliti Potensi Likuefaksi di Jatim
Warga Panen Ikan Saat Debit Air Waduk Dawuhan Mengering
Seorang Pemuda Ngaku Dapat Bisikan Gaib Untuk Begal Payudara Wanita
Polrestabes Surabaya Terima 100 Ribu Masker Kesehatan Untuk Masyarakat Miskin
Pemkot Tutup Karanggayam, 20 Club Persebaya Mengadu dan Dukung MA-Mujiaman
Pemkab Gresik Sangat Serius Untuk Meningkatkan Pelayanan Kesehatan
Euphoria Sepak Bola Usia Dini
Dewan Adat Majapahit Protes Dugaan Pelecehan Seksual Terhadap Sejumlah Karyawati Pabrik
Dua Pasang Calon Walikota Blitar Deklarasikan Kampanye Damai dan Sehat
Deklarasi Damai, Kampanye Pilkada Kota Surabaya Harus Sesuai Protokol Kesehatan
Bawaslu Ajak Kedua Paslon Disiplin Menerapkan Protokol Kesehatan Saat Kampanye
   

Warga Protes Mesin Pembakaran Limbah Pasien Covid 19 di RS Dokter Haryoto Lumajang
Tapal Kuda Dan Madura  Rabu, 22-07-2020 | 17:53 wib
Reporter : Achmad Arif
Pengoperasian mesin ini juga telah mendapatkan ijin dari Dinas Lingkungan Hidup. Tak hanya itu, warga sekitar pun telah menyepakati atas pengorasiannya dengan dibatasi dua jam per harinya.
Lumajang pojokpitu.com, Warga protes mesin mesin pembakaran limbah B3 atau incinerator Rumah Sakit Dokter Haryoto Lumajang, Selasa siang. Hal ini disebabkan, selain mengeluarkan asap, mesin pembakaran limbah B3 rumah sakit daerah ini mengeluarkan bau tidak sedap. Warga berharap mesin itu tak diletak di dekat pemukiman penduduk.

Protes warga atas mesin pembakaran limbah B3 Rumah Sakit Dokter Haryoto Lumajang ini, diungkapkan warga RT 5 Kelurahan Tompokersan Kota Lumajang.

Warga yang berada di sisi barat rumah sakit daerah ini, mengaku, merasakan dampak asap pekat dan bau tak sedap pembakaran limbah B3 tersebut.

"Kebetulan selama pandemi virus corona ini, mesin pembakaran limbah atau insinerator hanya digunakan untuk membawa limbah penanganan pasien covid. Selama dua jam mesin incinerator hidup," kata Syafar, Ketua RT 5 Kelurahan Tompokersan.

Warga takut berbahaya asap dari limbah B3 tersebut. Karena warga sering merasakan sesak nafas, usai pembakaran limbah tersebut.

Sementara itu, pihak Rumah Sakit Dokter Haryoto Lumajang membantah asap dan bau tak sedap dari mesin pembakaran limbah medis ini berbahaya. Karena hasil uji emisi laboratorium lingkungan hidup terkait kualitas udara di sekitar rumah sakit masih dalam ambang batas normal.

"Pengoperasian mesin ini juga telah mendapatkan ijin dari Dinas Lingkungan Hidup. Tak hanya itu, warga sekitar pun telah menyepakati atas pengorasiannya dengan dibatasi dua jam per harinya," kata Agus Wahyudi, Kabag Umum Rsu Haryoto Lumajang.

Bupati Lumajang Thoriqul Haq akan melakukan evaluasi pada mesin ini. Selain mendapatkan keluhan dari masyarakat, juga kurang tepat berada dekat pemukiman. Pemerintah akan melakukan koordinasi pada semua pihak untuk mencari solusi atas mesin limbah tersebut.(end)




Berita Terkait

Warga Protes Mesin Pembakaran Limbah Pasien Covid 19 di RS Dokter Haryoto Lumajang
Berita Terpopuler
Puluhan Santri Pesantren Terpapar Covid 19
Covid-19  10 jam

Dispendukcapil Tolak Permintaan RSUD Soal Perubahan Akta Bayi
Peristiwa  8 jam

Padat Karya Mangrove bagi Pemulihan Ekonomi Nasional
Peristiwa  16 jam

LSM Yakini RSUD Tak Melakukan Mal Administrasi
Peristiwa  22 jam



Cuplikan Berita
Janji Datangkan Samurai 500 M, Korban Justru Tertipu Rp 18 M
Pojok Pitu

Diduga Akibat Puntung Rokok Dibuang Sembarangan, Savana Kawah Wurung Terbakar
Pojok Pitu

Hingga Malam Hari Bukit Bentar Terbakar, Petugas Masih Lakukan Pemadaman Manual
Jatim Awan

Kebakaran Gudang Margomulyo, Tiga Isi Gudang Ludes Dilalap Api
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber