Berita Terbaru :
Karbak TNI, Santri Mendapatkan Pelajaran Kedisiplinan dan Budidaya Udang Vaname
   

Peneliti Ecoton Temukan Limbah Mikroplastik Cemari Sungai Kalimas
Metropolis  Senin, 13-07-2020 | 19:01 wib
Reporter : Bagus Setiawan
Pencemaran mikropalstik sangat mengkuatirkan karena berdampak pada kualitas air dan bisa membunuh ikan.
Surabaya pojokpitu.com, Lembaga Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah (Ecoton) meminta kepada pemerintah agar segera memberlakukan larangan pemakaian plastik sekali pakai. Karena dari hasil 3 penelitian, yang salah satunya dilakukan oleh peneliti Ecoton, Kalimas dan Sungai Brantas pencemaran mikropalstik sangat mengkuatirkan karena berdampak pada kualitas air dan bisa membunuh ikan.

Aksi ini dilakukan oleh Lembaga Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah (Ecoton) dengan memungut sampah plastik di Sungai Kalimas Surabaya.

Aksi ini sebagai bentuk keprihatinan, setelah peneliti Ecoton dengan 2 peneliti dari Dinas Lingkungan Hidup, menemukan pencemaran dengan kandungan mikroplastik hampir 72 persen, yang bersumber dari sampah plastik dan limbah industri.

"Ecoton juga menyerukan kepada masyarakat untuk mengurangi pemakaian plastik dan tidak membuang sembarangan limbah plastik di sungai, seperti tas kresek, stereofoam, botok plastik dan popok bayi. Karena limbah plastik tersebut, bisa berdampak besar terhadap pada kualitas air dan mengancam ekosistem yang ada di sungai," kata Eka Clara, peneliti Ecoton.

Dengan aksi ini, Ecoton mendorong pemerintah agar segera memberlakukan larangan pemakaian plastik sekali pakai. (end)



Berita Terkait

Peneliti Ecoton Temukan Limbah Mikroplastik Cemari Sungai Kalimas
Berita Terpopuler


Cuplikan Berita
Janji Datangkan Samurai 500 M, Korban Justru Tertipu Rp 18 M
Pojok Pitu

Diduga Akibat Puntung Rokok Dibuang Sembarangan, Savana Kawah Wurung Terbakar
Pojok Pitu

Hingga Malam Hari Bukit Bentar Terbakar, Petugas Masih Lakukan Pemadaman Manual
Jatim Awan

Kebakaran Gudang Margomulyo, Tiga Isi Gudang Ludes Dilalap Api
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber