Berita Terbaru :
Tidak Mampu Menguasai Laju Kendaraan, Guru SMP Dharma Wanita Tabrak Motor
Walikota Surabaya Imbau Warganya Tidak Bepergian Keluar Kota
Polisi Selidiki Dugaan Korupsi Kas Desa
Warga Marah Rusak Rumah Pelaku Terduga Pencabulan Anak Di Bawah Umur
Double Track Jalur Kereta Api Mojokerto - Jombang Mulai Operasikan
Pengedar Tembakao Gorila Dituntut 17 Tahun Penjara
Lagi, Warga Ponorogo Demo Tolak Tower
Dikabarkan Hilang, Bocah 10 Tahun Ditemukan Tenggelam di Waduk Dawuhan
Machfud Arifin Jalan Kaki Keliling Kampung Surabaya, Warga Sambut Antusias Nyanyi Coblos Nomer 2
Dua Pelaku Curwan Dibekuk Reskrim Polsek Poncokusumo
Jelang Libur Panjang, Petugas Perketat Protokol Kesehatan di Tempat Wisata
Korupsi Dana Desa Mantan Kades Ditangkap Polisi
Laka Beruntun 4 Truk Terjadi di Jalur Selatan Pasuruan, 3 Penumpang Luka-Luka
Hari Kedua Pencarian Orang Tenggelam Diperluas Hingga 10 Kilometer
Kejari Tulungagung Tahan Tersangka Korupsi PDAM
   

Aneh, 2 Tahun Tutup Sekolah Tetap Dapat Anggaran Pengadaan Seragam
Politik  Senin, 13-07-2020 | 15:46 wib
Reporter : Ito Wahyu
Dari hasil sidak Komisi II DPRD Ngawi terhadap SMP 3 Paron yang telah tutup, dewan menemukan banyak kejanggalan. Foro: Ito Wahyu
Ngawi pojokpitu.com, Komisi II DPRD Ngawi melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) di SMP Negeri 3 Paron Kecamatan Paron, yang dikabarkan dibuka kembali setelah 2 tahun tidak beroperasional atau tutup.

Hasilnya, hasil pendaftaran siswa pada tahun ajaran 2020-2021 sekolah tersebut mendapat 54 siswa. Meski telah 2 tahun tutup diduga sekolah tersebut tetap mendapat anggaran untuk pengadaan seragam siswa.
 
Anggota Komisi II DPRD Ngawi, Gunadi Ash Sidiq, mengatakan, ada 3 catatan persoalan disekolah tersebut. Yakni sekolah sudah tidak beroperasional selama 2 tahun, sehingga tidak ada proses pembelajaran. "Namun secara tiba-tiba pada tahun ajaran baru ini aktivitas sekolah dibuka kembali," jelasnya.
 
Selanjutnya, termasauk tentang anggaran untuk seragam sekolah dianggarkan di APBD dengan proses penganggaran tahun yang lalu. Lalu penetapan bulan Mei 2020 yang lalu dan kondisi sekolahan ini masih tutup, akan tetapi bisa dianggarkan. "Padahal sekolahan ini baru buka kembali pada bulan Juli untuk tahun ajaran 2020-2021," imbuh Gunadi Ash Sidiq.
 
Gunadi juga menyayangkan terkait adanya diskriminatif dalam pelaksanaan anggaran. Dari anggaran seragam di DPA tertulis Rp 144 juta lebih untuk 64 siswa, di SMP 3 Paron. Padahal kondisi sekolah sendiri juga sudah tutup dan masih dapat dilakukan penganggaran. Disamping itu ia menilai jika masih ada sekolah lain yang juga membutuhkan, dan masih tetap eksis operasionalnya.
 
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Ngawi, M. Taufiq Agus Susanto, mengaku, masih akan mempelajari dengan hasil temuan dprd tersebut. Pihaknya berdalih jika pengoperasionalan kembali SMPN 3 Paron hanya berdasar dari usulan warga sekitar agar anaknya tidak terlalu jauh dalam mencari sekolah.
 
Seperti diketahui, dari hasil pantauan dilapangan, kondisi bangunan SMPN 3 Paro mengalami kerusakan cukup parah. Jika dipaksakan digunakan maka dapat mengancam keselamatan siswa.

Dibutuhkan banyak anggaran untuk melakukan perbaikan. Sehingga pengoperasionalan kembali ini terkesan dipaksakan. (yos)

Berita Terkait

Aneh, 2 Tahun Tutup Sekolah Tetap Dapat Anggaran Pengadaan Seragam
Berita Terpopuler
Memutus Mata Rantai Covid-19 di Pasar Tradisional
Peristiwa  9 jam

Klaim Hasil Survei Unggul, Hingga Tuding Galau, Tim MAJU : Justru Kami Jauh di A...selanjutnya
Pilkada  8 jam

Dua Pelaku Curwan Dibekuk Reskrim Polsek Poncokusumo
Peristiwa  2 jam

Waspadai Potensi Bencana, Pacitan Pukul Kentongan Serentak
Peristiwa  17 jam



Cuplikan Berita
Kebakaran Pemukiman Padat Penduduk, Dua Rumah Petak Ludes Terbakar
Pojok Pitu

Diduga Korsleting Listrik, Dua Kafe di Area Alon-Alon Kota Terbakar
Pojok Pitu

Terjatuh Dari Motor Curiannya, Pelaku Babak Belur Dimassa
Jatim Awan

Banjir Lahar Ganggu Aktivitas Warga dan Penambang
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber