Berita Terbaru :
Pelaku Curanmor 14 TKP Ditangkap Polisi, Motor Curian Dijual ke Penadah di Madura
Bupati Lantik 37 Pejabat Jelang Pilkada
Dua Danau di Lumajang Menyusut
Nenek 83 Tahun Hidup Rentah di Gubug Reot Tak Tersentuh Pemerintah
Mayat Perempuan Ditemukan di Kebun Tebu
Tolak Jual Tanah ke Pertamina, Warga Lurug BPN Tuban
Bobol Toko, Pemuda Gondrong Dimassa
Enam Tahanan Lapas Jombang Positif Covid 19
Dua CJH Asal Indonesia Dilarang Wukuf karena Terpapar Covid-19
Ratusan ASN Pemkab Bojonegoro Ikuti Rapid Tes, 8 Orang Dinyatakan Reaktif
Polda Jatim Buka Posko Pengaduan Untuk Korban Fetish
Diduga Sakit Jantung, Penjaga Perumahan Meninggal Mendadak
Penahanan Kepala Desa Lebak Jabung Diwarnai Aksi Demo dan Isak Tangis
Sebanyak 65 Guru SMP di Surabaya Reaktif
Warga Ngawi Temukan Mortir Aktif di Aliran Sungai Bengawan
   

Jelang Musim Kemarau, BPBD Bojonegoro Mulai Petakan Daerah Rawan Kekeringan
Pantura  Rabu, 08-07-2020 | 04:18 wib
Reporter : Samsul Alim
Guna mengantisipasi musim kemarau yang berakibat pada kekeringan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro, bersiap menghadapi puncak musim kemarau. Foto: Samsul Alim
Bojonegoro pojokpitu.com, Sebagai upaya antisipasi jelang musim kemarau, BPBD Kabupaten Bojonegoro mulai petakan daerah rawan kekeringan. Diprediksi oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) akan terjadi pada Agustus hingga November mendatang.

Kabid Rehabilitasi Dan Rekontruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro, Yudi Hendro, mengatakan, pihaknya telah melakukan pemetaan wilayah rawan kekeringan. "Pemetaan itu bertujuan untuk mengetahui daerah yang membutuhkan bantuan air bersih selama musim kemarau," jelasnya.

Pihaknya juga telah mengimbau ke setiap desa melalui kecamatan, apa bila terjadi kekeringan dan membutuhkan bantuan air bersih bisa mengajukan bantuan air bersih kepada BPBD.

Berdasarkan data pada tahun 2019, setidaknya ada 79 desa dari 22 kecamatan di Bojonegoro yang masuk dalam kategori daerah rawan kekeringan. Wilayah tersebut tiap tahunnya sering kali membutuhkan bantuan air bersih saat musim kemarau tiba.

Menurut Yudi, faktor penyebab kekeringan tersebut dikarenakan adanya musim kemarau yang panjang. "Selain itu, jauhnya sumber mata air juga menjadi salah satu penyebab terjadinya kekeringan," ucapnya.

Sebagai upaya untuk mengatasi kekeringan BPBD juga telah menyiapkan 1000 tangki truk air untuk kemarau tahun ini, dengan kapasitas setiap tangki truk berisi 5000 liter. Selain itu BPBD juga berharap agar masyarakat bisa menghemat air, dengan menggunakan seperlunya saja. (yos)

Berita Terkait

31 Kabupaten di Jawa Tmur Berpotensi Terjadi Kekeringan

Jelang Musim Kemarau, BPBD Bojonegoro Mulai Petakan Daerah Rawan Kekeringan

Pandemi Covid-19 Sejumlah Desa Area Sumber Mata Air Imbulan Alami Kekeringan

Memasuki Musim Pancaroba, 66 Desa di Trenggalek Masih Alami Kekeringan
Berita Terpopuler
Perusahaan Properti di Indonesia yang Mengutamakan Kepuasan Konsumen
Peristiwa  14 jam

Musda,Toufik Kembali Nahkodai Golkar Ponorogo
Pilkada  12 jam

Prinsip ATM Untuk Remaja Sedang Tumbuh Kembang
Konsultasi Psikologi  15 jam

Butuh Uang Untuk Bertahan Hidup, Ibu Tiga Anak Jadi Pengedar Sabu-Sabu
Peristiwa  11 jam



Cuplikan Berita
Ratusan Ibu Hamil Swab Massal di Gelora Pancasila
Pojok Pitu

Begini Pengakuan Bupati Menanggapi Pemakzulan DPRD Jember
Pojok Pitu

Jual Beli Tebu Diluar Pabrik Meresahkan PG Lestari
Jatim Awan

Dampak Pandemi, 68 Ribu Warga Bojonegoro dan Tuban Menunggak Iuran BPJS
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber