Berita Terbaru :
Bertahan Hidup Di Tengah Masa Pandemi Dengan Budidaya Bunga Anggrek
Legenda Argentina, Si Tangan Tuhan Diego Maradona Meninggal
Pandemi Covid 19, Karang Taruna Produksi Sabun Cair
Petugas Evakuasi Sarang Tawon Raksasa Di Rumah Warga
PUPR Anggarkan Pembangunan Pasar Kertosono Tahun 2021
Dua Kelompok Yang Ricuh Saat Demo Tolak HRS, Kini Berakhir Damai
Dua Kelompok Yang Ricuh Saat Demo Tolak HRS, Kini Berakhir Damai
Pelipatan Surat Suara Pilkada Surabaya, Targetkan 3 Hari Selesai
Penambang dan Warga Capai Kesepakatan Damai
Penipuan Bermodus Investasi Forex, Dibongkar Polda Jatim
Penempatan Tapal Batas Kabupaten Madiun Mengacu Pada Permendagri No. 141/2017
   

Jelang Musim Kemarau, BPBD Bojonegoro Mulai Petakan Daerah Rawan Kekeringan
Pantura  Rabu, 08-07-2020 | 04:18 wib
Reporter : Samsul Alim
Guna mengantisipasi musim kemarau yang berakibat pada kekeringan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro, bersiap menghadapi puncak musim kemarau. Foto: Samsul Alim
Bojonegoro pojokpitu.com, Sebagai upaya antisipasi jelang musim kemarau, BPBD Kabupaten Bojonegoro mulai petakan daerah rawan kekeringan. Diprediksi oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) akan terjadi pada Agustus hingga November mendatang.

Kabid Rehabilitasi Dan Rekontruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro, Yudi Hendro, mengatakan, pihaknya telah melakukan pemetaan wilayah rawan kekeringan. "Pemetaan itu bertujuan untuk mengetahui daerah yang membutuhkan bantuan air bersih selama musim kemarau," jelasnya.

Pihaknya juga telah mengimbau ke setiap desa melalui kecamatan, apa bila terjadi kekeringan dan membutuhkan bantuan air bersih bisa mengajukan bantuan air bersih kepada BPBD.

Berdasarkan data pada tahun 2019, setidaknya ada 79 desa dari 22 kecamatan di Bojonegoro yang masuk dalam kategori daerah rawan kekeringan. Wilayah tersebut tiap tahunnya sering kali membutuhkan bantuan air bersih saat musim kemarau tiba.

Menurut Yudi, faktor penyebab kekeringan tersebut dikarenakan adanya musim kemarau yang panjang. "Selain itu, jauhnya sumber mata air juga menjadi salah satu penyebab terjadinya kekeringan," ucapnya.

Sebagai upaya untuk mengatasi kekeringan BPBD juga telah menyiapkan 1000 tangki truk air untuk kemarau tahun ini, dengan kapasitas setiap tangki truk berisi 5000 liter. Selain itu BPBD juga berharap agar masyarakat bisa menghemat air, dengan menggunakan seperlunya saja. (yos)

Berita Terkait

Petani 24 Desa Terancam Kekeringan Akibat Tak Ada Saluran ke Sungai Induk

Embung Menyusut, Puluhan Hektar Sawah Dibiarkan Kering

Pemerintah Harus Bisa Mengatasi Kekeringan Jangka Panjang di Jatim

Airnya Menyusut, 15 Embung Tak Berfungsi
Berita Terpopuler
Penempatan Tapal Batas Kabupaten Madiun Mengacu Pada Permendagri No. 141/2017
Peristiwa  9 jam

Pelipatan Surat Suara Pilkada Surabaya, Targetkan 3 Hari Selesai
Pilkada  5 jam

Penipuan Bermodus Investasi Forex, Dibongkar Polda Jatim
Metropolis  8 jam

PUPR Anggarkan Pembangunan Pasar Kertosono Tahun 2021
Peristiwa  3 jam



Cuplikan Berita
Mobil Pick Up Masuk Jurang Sedalam 100 Meter Lebih
Pojok Pitu

Ngopi Saat Jam Kerja, ASN Pemkab Bojonegoro Kocar-Kacir Saat Diamankan Satpol PP...selanjutnya
Pojok Pitu

Lahar Dingin Gunung Semeru Penuhi Sungai Besuk
Jatim Awan

Pecah Ban Elf Terguling di Jalur Tol, 1 Tewas
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber