Berita Terbaru :
Warga Mulai Berdatangan, Namun Banyak Abaikan Protokol Kesehatan
Kekurangan Air Bersih di Ponorogo Meluas
Banmus DPRD Ngawi Bahas Perubahan APBD 2020
Pasien Covid 19 Bertambah Tujuh Orang, Satu Diantara Guru SMP
KPU Ngawi Targetkan Tingkat Partisipasi Pemilih 77,5 Persen
Menteri Desa Siapkan Dana Rp 40 Triliun Untuk Reborn Ekonomi Desa
Jumlah Penumpang Makin Banyak, KAI Daop 7 Tambah Rangkaian Kereta Api
   

Budidaya Bonsai Kelapa Mulai Digemari di Mojokerto
Rehat  Selasa, 07-07-2020 | 21:15 wib
Reporter : Aminuddin Ilham
Budidaya bonsai kelapa,mulai banyak dijumpai dibeberapa daerah di Jawa Timur, salah satunya di Kabupaten Mojokerto, seorang pekerja tehnisi alat telekomunikasi. Foto: Aminuddin Ilham
Berita Video : Budidaya Bonsai Kelapa Mulai Digemari di Mojokerto
Mojokerto pojokpitu.com, Di tengah pandemi covid-19, budidaya bonsai kelapa mulai digemari dan menarik perhatian masyarakat di Kabupaten Mojokerto. Salah satunya tanaman bonsai kelapa hasil budidaya seorang pekerja tehnisi telekominikasi ini. Ia mampu menambah penghasilan antara Rp 5 juta hingga Rp 8 juta perbulanya dari penjualan bonsai kelapa tersebut.

Dia adalah Ricky Septian, warga Desa Penompo,Kecamatan Jetis. Dalam membuat budidaya bonsai kelapa ini, ia dibantu 3 kayawananya ini mendatangkan kelapa yang berjenis wulung ini dari Nusa Kambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Sedangkan untuk kelapa mini dipesan langsung dari Malang Selatan. Kelapa untuk budidaya bonsai ini dipilih yang berkualitas agar hasilnya maksimal.
 
Untuk membuat bonsai kelapa, yang pertama, kelapa yang sudah kering kemudian dikelupas serabutnya kemudian diletakan diatas pot dari botol minuman yang berisi air dengan diikat kain agar airnnya bisa meresap dan membantu proses pembentukan tunas. Waktu yang dibutuhkan hingga muncul tunas dan akarnya dibutuhkan waktu 1 hingga 3 bulan.
 
Sedangkan untuk menghasilkan bonsai kelapa yang memiliki tunas dan akar yang unik dan menarik perhatian pembeli, bonsai kelapa ini dibentuk dan dicat batok kelapanya serta diberikan pernis hingga menghasilkan warna dan batok kelapa indah dan bagus.
 
Ricky Septian, mengaku, untuk membuat budidaya kelapa ini,dirinya membutuhkan kelapa sekitar tiga ratus hingga empat ratus buah kelapa dari Cilacap dan Malang Selatan. "Untuk tunas dari kelapa batok besar Rp 15 ribu, batok kecil Rp 35 ribu, batok minion antara Rp 25 ribu sampai Rp 40 ribu," jelasnya.
 
Sedangkan yang sudah menjadi bonsai harga yang ditawarkan mulai Rp 350 ribu sampai Rp 1, 5 juta tergantung akarnya. Selain dijual di Mojokerto, pemesan melalui media online juga datang dari luar kota seperti Malang, Gresik, sejumlah daerah di Jawa Tengah hingga Bandung, Jawa Barat.

Di tengah pandemi covid-19, tidak ada salahnya bagi anda atau masyarakat yang ingin mencoba untuk membudidayakan bonsai kelapa, sambil tinggal di rumah kita bisa menambah penghasilan setiap bulan dari budidaya bonsai kelapa tersebut. (yos/VD:YAN)

Berita Terkait

Budidaya Bonsai Kelapa Yang Beromzet Jutaan

Budidaya Bonsai Kelapa Mulai Digemari di Mojokerto

Disbudpar Bojonegoro Gelar Pameran dan Kontes Bonsai Tingkat Nasional

Pemkot Bakal Sulap Taman Hutan Kota Jadi Pasar Bonsai
Berita Terpopuler
Jumlah Penumpang Makin Banyak, KAI Daop 7 Tambah Rangkaian Kereta Api
Ekonomi Dan Bisnis  6 jam

Kekurangan Air Bersih di Ponorogo Meluas
Peristiwa  2 jam

Banmus DPRD Ngawi Bahas Perubahan APBD 2020
Politik  3 jam



Cuplikan Berita
Ratusan Ibu Hamil Swab Massal di Gelora Pancasila
Pojok Pitu

Begini Pengakuan Bupati Menanggapi Pemakzulan DPRD Jember
Pojok Pitu

Karyawan Toko Tipu Korban dan Gelapkan Ribuan Lpg
Jatim Awan

Sebanyak 65 Guru SMP di Surabaya Reaktif
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber