Berita Terbaru :
Sholawat Lita Machfud berkumandang di Kampung Surabaya
Sangat Penting Mencegah Konflik Dengan Teman
Satgas Covid Sidoarjo Gelar Razia Masker di Pasar Taman
KPU Sumenep Umumkan Pendaftaran Cabup dan Cawabup Segera Dibuka September
Gas Lpg 3 Kilogram di Magetan Mulai Sulit Didapat
Tercatat, Ratusan Hektar Sawah di Kabupaten Madiun Rusak Diserang Hama Wereng
Lestarikan Sumber Mata Air, Bupati Bojonegoro Bersama Forkopimda dan Masyarakat Kerja Bakti
Razia Warung Remang-Remang, Amankan Terduga PSK
Satu Pedagang Meninggal Covid, Ratusan Warga Dirapid
Indahnya Hamparan Hijau Bukit Betitang dan Buki Candi Diujung Selatan Probolinggo
Lagi, Perawat Senior RS Delta Surya Meninggal Akibat Covid 19
Punggung Naga, Jalur Ekstrim Menuju Puncak Piramid
   

Bareng Pilkada, Pelaksanaan Pilkades Serentak di Ngawi Mundur
Pilkada  Senin, 06-07-2020 | 17:32 wib
Reporter : Ito Wahyu
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Ngawi, Kabul Tunggul Winarno memastikan, pemilihan kepala desa (pilkades) di Kabupaten Ngawi baru bisa dilaksanakan pada tahun 2021 mendatang.
Ngawi pojokpitu.com, Pelaksanaan pemilihan kepala desa serentak di Kabupaten Ngawi dipastikan mundur. Pilkades yang sedianya diselenggarakan tahun ini dipastikan batal karena bersamaan dengan pilkada pada 9 Desember mendatang.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Ngawi, Kabul Tunggul Winarno memastikan, pemilihan kepala desa (pilkades) di Kabupaten Ngawi baru bisa dilaksanakan pada tahun 2021 mendatang.

Hal ini mengingat Kabupaten Ngawi juga menyelenggarakan pilkada pemilihan bupati dan wakil bupati. "Untuk proses tahapan pilkades bisa dilakukan mulai akhir tahun ini. Di antaranya mulai dari pembentukan panitia, pendaftaran calon, administrasi dan lainnya," tutur Kabul Tunggul Winarno.
 
Mundurnya pelaksanaan pilkades serentak ini juga mengingat untuk proses peraturan daerah (perda) tentang kepala desa hingga saat ini masih dalam tahap pembahasan di DPRD Ngawi. Ia berharap untuk tahun ini segera diparipurnakan menjadi perda sehingga dapat dijadikan dasar untuk melaksanakan pilkades serentak tahun depan.
 
Selain itu, pelaksanaan yang mundur, rencana penggunaan sistem e-votting juga terancam belum bisa digunakan saat pilkades mendatang. Karena Kabul beranggapan, dengan menggunakan e- votting tersebut, masih banyak yang perlu disiapkan mulai dari sistemnya termasuk alat, SDM dan kesiapan dari pemerintahan desa selaku penyelenggara.
 
Sementara berdasarkan data untuk pilkades serentak di Kabupaten Ngawi diikuti oleh 22 desa dari 213 desa, yang tersebar di 13 kecamatan. Dari jumlah tersebut, 3 kosong yang saat ini diisi oleh PJ, yang lainnya habis pada akhir jabatan tahun ini.(end)
 


Berita Terkait

Bareng Pilkada, Pelaksanaan Pilkades Serentak di Ngawi Mundur

Bupati Pamekasan Pantau Pilkades Serentak 2019

Ribuan Personil Gabungan Diterjunkan Amankan Pilkades Serentak di Pamekasan

Pilkades Serentak Masih Menunggu Uji Publik Perbup
Berita Terpopuler
Punggung Naga, Jalur Ekstrim Menuju Puncak Piramid
Mlaku - Mlaku  10 jam

Lagi, Perawat Senior RS Delta Surya Meninggal Akibat Covid 19
Metropolis  9 jam

Indahnya Hamparan Hijau Bukit Betitang dan Buki Candi Diujung Selatan Probolingg...selanjutnya
Mlaku - Mlaku  8 jam

Tercatat, Ratusan Hektar Sawah di Kabupaten Madiun Rusak Diserang Hama Wereng
Peristiwa  4 jam



Cuplikan Berita
Ratusan Ibu Hamil Swab Massal di Gelora Pancasila
Pojok Pitu

Begini Pengakuan Bupati Menanggapi Pemakzulan DPRD Jember
Pojok Pitu

Karyawan Toko Tipu Korban dan Gelapkan Ribuan Lpg
Jatim Awan

Sebanyak 65 Guru SMP di Surabaya Reaktif
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber