Berita Terbaru :
Pandemi Covid 19, BKKBN dan Komisi IX DPR RI Kampanye KB
Ternyata Tanah Negara di PPU Maospati Diperjualbelikan
Nisan Juke Sruduk Avanza, Begini Jadinya
Merah Putih Tegak Berkibar di Mabar
Polisi Malang Ungkap Penjualan Motor Leasing
Parade Nusantara Tuntut Revisi UU 2/2020 yang Hapus Dana Desa, Hari Ini Agenda Perbaikan Gugatan
Seluruh Parpol Ngawi Deklarasi Usung Pasangan OK
Beredar Surat Keterangan Bebas Covid 19 Palsu
Setiajit-Armaya Resmi Kantongi Rekom PDIP di Pilkada Tuban
Tiga Tenaga Kesehatan Pungpungan Positif Covid-19
Memalukan, Muda Mudi Ini Berbuat Senonoh di Areal Taman Adipura Sumenep
Rem Blong, Truk Hantam Mobil dan Motor
Janda Mucikari Jual Anak Bau Kencur Tarif Rp 800 Ribu
Bocah Diduga Disunat Makhluk Halus Gemparkan Warga Tuban
Hasil Swab, 19 Pegawai Dispendukcapil Positif Virus Corona
   

Tradisi Nyadar, Ritual Penghormatan Petani Garam Digelar di Tengah Pandemi Covid-19
Tapal Kuda Dan Madura  Minggu, 05-07-2020 | 00:23 wib
Reporter : Wildan Lipu Prasasti
Ritual Nyadar yang digelar para petambak garam Sumenep ini diharapkan berdampak pada produksi garam yang melimpah dan cuaca musim kemarau yang bagus sehingga bisa mendukung produksi garam lebih banyak dan harga garam selalu stabil.
Sumenep pojokpitu.com, Warga Pulau Madura, tepatnya warga Desa Pinggir Papas, Kecamatan Kalianget, Sumenep, dan sekitarnya, memiliki tradisi Nyadar atau tradisi berziarah ke makam sesepuh yang merupakan penemu cara pembuatan garam di Sumenep. Tradisi ini biasa dilakukan sebanyak 3 kali dalam setahun, namun pada Nyadar kali ini di suasana covid-19, seluruh orang yang mengikuti upacara ritual harus mematuhi protokol kesehatan. Bahkan pasar kuliner khas di Nyadar kali ini terpaksa ditiadakan penjualan.

Di ujung timur Pulau Madura, tepatnya di Desa Pinggir Papas, Kecamatan  Kalianget, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, dan sekitarnya, warga setempat memiliki tradisi Nyadar atau tradisi berziarah ke makam sesepuh yakni Syekh Anggasuto salah seorang wali allah, yang dipercayai sebagai penemu cara pembuatan garam di Kabupaten Sumenep.
 
Tradisi Nyadar sendiri digelar sebanyak 3 kali dalam setahun. Nyadhar pertama dan kedua digelar ketika memasuki musim penggarapan tambak garam atau memasuki musim kemarau sementara Nyadar ketiga dilakukan terakhir ketika hendak masuk pergantian musim dari kemarau ke musim hujan.
 
Namun pada Nyadar kali ini sedikit berbeda dengan Nyadar sebelumnya, di suasana pandemi covid-19 seluruh warga yang akan mengikut ritual Nyadar harus mematuhi protokol kesehatan, dengan memakai masker dan mencuci tangan. Bahkan Nyadar yang selalu indentik dengan makanan khas reginang ukuran besar saat ini tidak ada. Hal tersebut dikarenakan, pasar kuliner khas Nyadar di suasana pandemi tidak diijinkan berjualan.
 
Sementara salah seorang pengurus Lembaga Asta Gubeng Laok Songai, H. Abdurrahman menyampaikan, meski di suasana pandemi kali ini dengan menggunakan protokol kesehatan, ritual Nyadar tetap berjalan seperti biasanya. "Meskipun pasar kuliner  khas Nyadar tidak di ijinkan, hal tersebut tidak mengurangi dan mengganggu ritual, sebab pasar tersebut bukan pelengkap dalam ritual Nyadar," kata H. Abdurrahman.
 
Ritual tradisi Nyadar di mulai dengan nyekar ke makam Syech Angga Suto yang dipimpin langsung oleh keturunan yang sekaligus menjadi tokoh adat, perwakilan sesepuh membawa kembang yang sudah  dikumpulkan dan dibungkus ke makam, dilanjut dengan ratusan warga lainnya masuk ke makam, guna membaca doa dan bersyukur atas karunia garam yang menjadi mata pencaharian.

Ritual Nyadar yang digelar para petambak garam Sumenep ini diharapkan berdampak pada produksi garam yang melimpah dan cuaca musim kemarau yang bagus sehingga bisa mendukung produksi garam lebih banyak dan harga garam selalu stabil.(end)



Berita Terkait

Tradisi Nyadar, Ritual Penghormatan Petani Garam Digelar di Tengah Pandemi Covid-19
Berita Terpopuler
Lagi, Perawat Senior RS Delta Surya Meninggal Akibat Covid 19
Metropolis  16 jam

Hasil Swab, 19 Pegawai Dispendukcapil Positif Virus Corona
Covid-19  5 jam

Punggung Naga, Jalur Ekstrim Menuju Puncak Piramid
Mlaku - Mlaku  17 jam

Polisi Malang Ungkap Penjualan Motor Leasing
Peristiwa  2 jam



Cuplikan Berita
Ratusan Ibu Hamil Swab Massal di Gelora Pancasila
Pojok Pitu

Begini Pengakuan Bupati Menanggapi Pemakzulan DPRD Jember
Pojok Pitu

Awal September Subsidi Gaji Dari Pemerintah Cair 1,2 Juta
Jatim Awan

Lupa Mematikan Kompor, 1 Rumah di Bojonegoro Terbakar
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber