Berita Terbaru :
Bekali Karyawan Keahlian Bela Diri, Balmon Buat Dojo Kempo
Mengenal Dua Ulama Besar Pendiri NU dan Muhamadiyah Melalui Film
Machfud Arifin-Mujiaman Ajak Warga Surabaya Perangi Kecurangan di Pilwali
Ujian Hafalan Al-Quran di Tengah Pandemi
LSM LKHPI Bertekad Pecahkan Persoalan Hukum, Ekonomi, Sosial dan Politik
KPU Surabaya Gelar Deklarasi Kampanye Damai
Pemkot Surabaya Kembali Lakukan Rapid Tes di Tempat
Ratusan Taruna-Taruni Ikuti Pelayaran Ke Pulau Terluar
Anjlok, Harga Sayur di Lumajang
Kepepet Biaya Nikah, Pemuda Asal Kupang Ini Bobol Toko
Sepuluh Tahun Bupati Sambari Mengabdi, Banyak Pembangunan Monumental di Kabupaten Gresik
Pernyataan Sikap atas Keputusan Presiden Mengangkat Eks Anggota Tim Mawar di Kementerian Pertahanan
Bermain Judi Online 5 Warga Diamankan
Seorang Gadis di Bawah Umur Digilir Tujuh Pemuda
Langgar Protokol Kesehatan Polisi Bubarkan Kegiatan Lomba Layangan
   

Tradisi Nyadar, Ritual Penghormatan Petani Garam Digelar di Tengah Pandemi Covid-19
Tapal Kuda Dan Madura  Minggu, 05-07-2020 | 00:23 wib
Reporter : Wildan Lipu Prasasti
Ritual Nyadar yang digelar para petambak garam Sumenep ini diharapkan berdampak pada produksi garam yang melimpah dan cuaca musim kemarau yang bagus sehingga bisa mendukung produksi garam lebih banyak dan harga garam selalu stabil.
Sumenep pojokpitu.com, Warga Pulau Madura, tepatnya warga Desa Pinggir Papas, Kecamatan Kalianget, Sumenep, dan sekitarnya, memiliki tradisi Nyadar atau tradisi berziarah ke makam sesepuh yang merupakan penemu cara pembuatan garam di Sumenep. Tradisi ini biasa dilakukan sebanyak 3 kali dalam setahun, namun pada Nyadar kali ini di suasana covid-19, seluruh orang yang mengikuti upacara ritual harus mematuhi protokol kesehatan. Bahkan pasar kuliner khas di Nyadar kali ini terpaksa ditiadakan penjualan.

Di ujung timur Pulau Madura, tepatnya di Desa Pinggir Papas, Kecamatan  Kalianget, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, dan sekitarnya, warga setempat memiliki tradisi Nyadar atau tradisi berziarah ke makam sesepuh yakni Syekh Anggasuto salah seorang wali allah, yang dipercayai sebagai penemu cara pembuatan garam di Kabupaten Sumenep.
 
Tradisi Nyadar sendiri digelar sebanyak 3 kali dalam setahun. Nyadhar pertama dan kedua digelar ketika memasuki musim penggarapan tambak garam atau memasuki musim kemarau sementara Nyadar ketiga dilakukan terakhir ketika hendak masuk pergantian musim dari kemarau ke musim hujan.
 
Namun pada Nyadar kali ini sedikit berbeda dengan Nyadar sebelumnya, di suasana pandemi covid-19 seluruh warga yang akan mengikut ritual Nyadar harus mematuhi protokol kesehatan, dengan memakai masker dan mencuci tangan. Bahkan Nyadar yang selalu indentik dengan makanan khas reginang ukuran besar saat ini tidak ada. Hal tersebut dikarenakan, pasar kuliner khas Nyadar di suasana pandemi tidak diijinkan berjualan.
 
Sementara salah seorang pengurus Lembaga Asta Gubeng Laok Songai, H. Abdurrahman menyampaikan, meski di suasana pandemi kali ini dengan menggunakan protokol kesehatan, ritual Nyadar tetap berjalan seperti biasanya. "Meskipun pasar kuliner  khas Nyadar tidak di ijinkan, hal tersebut tidak mengurangi dan mengganggu ritual, sebab pasar tersebut bukan pelengkap dalam ritual Nyadar," kata H. Abdurrahman.
 
Ritual tradisi Nyadar di mulai dengan nyekar ke makam Syech Angga Suto yang dipimpin langsung oleh keturunan yang sekaligus menjadi tokoh adat, perwakilan sesepuh membawa kembang yang sudah  dikumpulkan dan dibungkus ke makam, dilanjut dengan ratusan warga lainnya masuk ke makam, guna membaca doa dan bersyukur atas karunia garam yang menjadi mata pencaharian.

Ritual Nyadar yang digelar para petambak garam Sumenep ini diharapkan berdampak pada produksi garam yang melimpah dan cuaca musim kemarau yang bagus sehingga bisa mendukung produksi garam lebih banyak dan harga garam selalu stabil.(end)



Berita Terkait

Tradisi Nyadar, Ritual Penghormatan Petani Garam Digelar di Tengah Pandemi Covid-19
Berita Terpopuler
Karbak TNI, Santri Mendapatkan Pelajaran Kedisiplinan dan Budidaya Udang Vaname
Peristiwa  21 jam

Langgar Protokol Kesehatan Polisi Bubarkan Kegiatan Lomba Layangan
Peristiwa  7 jam

Selain di Ngawi, Warga Madiun Juga Jadi Korban Sasaran Peredaran Upal
Peristiwa  20 jam

LSM LKHPI Bertekad Pecahkan Persoalan Hukum, Ekonomi, Sosial dan Politik
Opini  3 jam



Cuplikan Berita
Janji Datangkan Samurai 500 M, Korban Justru Tertipu Rp 18 M
Pojok Pitu

Diduga Akibat Puntung Rokok Dibuang Sembarangan, Savana Kawah Wurung Terbakar
Pojok Pitu

Hingga Malam Hari Bukit Bentar Terbakar, Petugas Masih Lakukan Pemadaman Manual
Jatim Awan

Kebakaran Gudang Margomulyo, Tiga Isi Gudang Ludes Dilalap Api
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber