Berita Terbaru :
Ketua DPRD Ngawi Minta KPU-Bawaslu Fokus Peningkatan Partisipasi Pemilih
Pelaku Curanmor 14 TKP Ditangkap Polisi, Motor Curian Dijual ke Penadah di Madura
Bupati Lantik 37 Pejabat Jelang Pilkada
Dua Danau di Lumajang Menyusut
Nenek 83 Tahun Hidup Rentah di Gubug Reot Tak Tersentuh Pemerintah
Mayat Perempuan Ditemukan di Kebun Tebu
Tolak Jual Tanah ke Pertamina, Warga Lurug BPN Tuban
Bobol Toko, Pemuda Gondrong Dimassa
Enam Tahanan Lapas Jombang Positif Covid 19
Dua CJH Asal Indonesia Dilarang Wukuf karena Terpapar Covid-19
Ratusan ASN Pemkab Bojonegoro Ikuti Rapid Tes, 8 Orang Dinyatakan Reaktif
Polda Jatim Buka Posko Pengaduan Untuk Korban Fetish
Diduga Sakit Jantung, Penjaga Perumahan Meninggal Mendadak
Penahanan Kepala Desa Lebak Jabung Diwarnai Aksi Demo dan Isak Tangis
Sebanyak 65 Guru SMP di Surabaya Reaktif
   

Duh!! Petugas Pembuat Pin Salah Input Data PPDB
Pendidikan  Kamis, 02-07-2020 | 18:00 wib
Reporter : Ega Patria
Seperti terlihat dari lama penerimaan peserta didik baru SD dan SMP Kota Madiun. Foto: Ega Patria
Madiun pojokpitu.com, Beberapa saat lalu terlihat di laman PPDB SD SMP Dinas Pendidikan Kota Madiun, ada salah memasukan data alamat siswa yang mendaftar dengan jarak antara alamat dan sekolah. Setelah ditelisik Dinas Pendidikan Kota Madiun, dipastikan ada kesalahan dari petugas pembuat PIN di sekolah asal.

Salah satu pendaftar yang beralamatkan Pilang Bango yang mendaftar ke SMP 1 Kota Madiun berjarak 0.6 kilo meter sedangkan dari jarak sebenarnya sekitar 3 kilo meter.

Tidak hanya itu, ada 1 lagi pendaftar di SMP yang sama dari Kelurahan Tawang Rejo berjarak 0, 3 kilometer.Sedangkan jika dilihat jarak sebenarnya yaitu 4 kilo meter

Kabid Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kota Madiun, Slamet Hariyadi, mengatakan, pihaknya sudah mengkroscek hal tersebut.
Diketahui jarak yang tertera di laman PPDB SD SMP tersebut merupakan jarak dari tempat kerja orang tua yang merupakan PNS Kota Madiun. "Sesuai perwal dikhususkan untuk Pegawai Negeri Sipil Kota Madiun dihitung dari jarak dari tempat kerja," kata Slamet Riyadi.

Hariyadi menambahkan, adanya kesalahan dalam penulisan oleh petugas pembuat PIN di sekolah asal yang mestinya mengisi dengan alamat tempat kerja tapi malah disi dengan alamat sesuai kartu keluarga. Pihaknya sudah menegur petugas tersebut, kedepan diharapnya tidak terjadi kesalahan yang sama. (yos)


Berita Terkait

30 Persen Pagu PPDB Tingkat SMP di Bangkalan Masih Kosong

DPRD Provinsi Jatim Sidak PPDB SMAN 1 Bojonegoro

Duh!! Petugas Pembuat Pin Salah Input Data PPDB

Penerimaan Siswa Baru, SMP Negeri 2 Rejotangan Hanya Mendapatkan 3 Calon Siswa
Berita Terpopuler
Perusahaan Properti di Indonesia yang Mengutamakan Kepuasan Konsumen
Peristiwa  14 jam

Musda,Toufik Kembali Nahkodai Golkar Ponorogo
Pilkada  12 jam

Mayat Perempuan Ditemukan di Kebun Tebu
Peristiwa  2 jam

Prinsip ATM Untuk Remaja Sedang Tumbuh Kembang
Konsultasi Psikologi  15 jam



Cuplikan Berita
Ratusan Ibu Hamil Swab Massal di Gelora Pancasila
Pojok Pitu

Begini Pengakuan Bupati Menanggapi Pemakzulan DPRD Jember
Pojok Pitu

Jual Beli Tebu Diluar Pabrik Meresahkan PG Lestari
Jatim Awan

Dampak Pandemi, 68 Ribu Warga Bojonegoro dan Tuban Menunggak Iuran BPJS
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber