Berita Terbaru :
Duh, Honor Panitia Asian Games 2018 Ternyata Belum Dibayar Semua
Pemuda Asal Krian Ini Ngamen Untuk Nyabu
Mayat Pria Ditemukan di Sungai Beserta Motornya
Lima Ahli Waris dari Tenaga Kesehatan yang Meninggal Terima Penghargaan
IAKMI: PSBB Transisi dan Proporsional Hanya Menyesatkan Saja
   

Komisi E DPRD Jatim Soroti Ketidaksesuaian Data Nakes Dari Dinkes dan IDI Jatim
Kesehatan  Selasa, 30-06-2020 | 08:20 wib
Reporter : Nanda Andrianta
Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim, Hikmah Bafaqih.
Surabaya pojokpitu.com, Komisi E DPRD Jawa Timur, siang kemarin melakukan hearing, atau rapat dengar pendapat dengan sejumlah stakeholder tenaga kesehatan di Jatim. Dari beberapa isu kesehatan yang diangkat, anggota Komisi E menyoroti terkait ketidaksinkronan data terkait kematian tenaga kesehatan dan insentif untuk tenaga kesehatan yang tak kunjung dicairkan.

Sejumlah stakeholder kesehatan di Jatim, seperti Ikatan Dokter Indonesia Wilayah Jatim hingga Dinas Kesehatan Jatim, siang ini hadir dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi E DPRD Jatim. 

Ada sejumlah isu kesehatan kaitannya dengan penanganan covid-19 di Jatim yang diangkat, seperti data tenaga kesehatan yang meninggal karena covid-19, hingga insentif untuk tenaga kesehatan yang tak kunjung cair.

Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim, Hikmah Bafaqih menyoroti perbedaan tajam data yang dilaporkan IDI Jatim dan Dinas Kesehatan Jatim, terkait tenaga kesehatan yang meninggal karena covid-19, hingga per bulan Juni 2020. Dinkes Jatim menyampaikan hanya ada delapan nakes meninggal, sedangkan IDI Jatim menyampaikan ada 22 orang nakes meninggal karena covid-19. Menurut Hikmah, keterikatan atau kesinkronan antara Dinkes dan IDI Jatim ini yang belum tercipta.

Selain itu, Komisi E juga menyoroti terkait insentif untuk nakes, seperti dokter dan perawat yang sampai saat ini belum dicairkan dari Kementerian Kesehatan. Hal itu diakibatkan adanya keterlambatan pengiriman data, karena prosesnya yang panjang.

Sementara itu, Ketua IDI Jatim Dokter Sutrisno menjawab, soal insentif untuk dokter dan perawat Jatim yang belum cair, menurutnya, Kemenkes harus segera memberikan insentif untuk para tenaga kesehatan,dan mendesak agar proses administrasinya dipercepat.

Soal kelengkapan administrasi insentif untuk nakes, IDI Jatim juga meminta agar dibuat sesuai standart agar terhindar daei maladministrasi.(end)

Berita Terkait

Komisi E DPRD Jatim Soroti Ketidaksesuaian Data Nakes Dari Dinkes dan IDI Jatim
Berita Terpopuler
IAKMI: PSBB Transisi dan Proporsional Hanya Menyesatkan Saja
Metropolis  5 jam

Mayat Pria Ditemukan di Sungai Beserta Motornya
Peristiwa  4 jam

Pemuda Asal Krian Ini Ngamen Untuk Nyabu
Metropolis  2 jam



Cuplikan Berita
Viral Hasil Tes Rapid Peserta UTBK Berubah
Pojok Pitu

Dokter dan Satpam Postif Covid 19, Puskesmas Wates Mojokerto Ditutup Sementara
Pojok Pitu

Delapan Terkena Corona, Membuat Ribuan Karyawan PT KTI Diliburkan
Jatim Awan

Ternyata Satu Tersangka Pengambilan Paksa Jenazah Positif Covid 19
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber