Berita Terbaru :
Begini Kronologis Warga Ponorogo Terkena OTT Kejaksaan
Tim Satgas Awasi 6 Orang Positif Covid 19 di Rumah Makan Rawon Nguling
Dump Truk Bermutan Pasir Terlibat Kecelakaan, Sopir Terjepit
Jangan Dibuang, Buktikan 3 Manfaat Teh Celup Untuk Kecantikan Kulit
Bunga Monstera Diburu Penggemar Tanaman Hias
Tak Ingin Lagi Didiskriminasi, Sopir Angkot Hingga Guru SMP Swasta Dukung Machfud Arifin Walikota
SKB CPNS Akan Diselenggarakan Oktober Mendatang
Selama 1 Bulan, 2.296 Masyarakat Bojonegoro Ikuti Rapit Test Gratis
Bantu Siswa Belajar Daring, Kelurahan Siapkan Wifi Gratis
Angka Pelangar Lalu Lintas di Sumenep Meningkat, Salah Satunya Pengendara di Bawah Umur
Reskrim Polsek Bantur Ringkus Jaringan Pengedar Sabu
Khozanah Akan Legowo Jika Tak Dapat Rekom PKB
Tak Penuhi Protokol Kesehatan, THM Dilarang Buka
Warga Nduri Ponorogo Krisis Air Bersih
Petugas PPDP Temui Kendala Saat Mencoklit Data Pemilih
   

Komisi E DPRD Jatim Soroti Ketidaksesuaian Data Nakes Dari Dinkes dan IDI Jatim
Kesehatan  Selasa, 30-06-2020 | 08:20 wib
Reporter : Nanda Andrianta
Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim, Hikmah Bafaqih.
Surabaya pojokpitu.com, Komisi E DPRD Jawa Timur, siang kemarin melakukan hearing, atau rapat dengar pendapat dengan sejumlah stakeholder tenaga kesehatan di Jatim. Dari beberapa isu kesehatan yang diangkat, anggota Komisi E menyoroti terkait ketidaksinkronan data terkait kematian tenaga kesehatan dan insentif untuk tenaga kesehatan yang tak kunjung dicairkan.

Sejumlah stakeholder kesehatan di Jatim, seperti Ikatan Dokter Indonesia Wilayah Jatim hingga Dinas Kesehatan Jatim, siang ini hadir dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi E DPRD Jatim. 

Ada sejumlah isu kesehatan kaitannya dengan penanganan covid-19 di Jatim yang diangkat, seperti data tenaga kesehatan yang meninggal karena covid-19, hingga insentif untuk tenaga kesehatan yang tak kunjung cair.

Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim, Hikmah Bafaqih menyoroti perbedaan tajam data yang dilaporkan IDI Jatim dan Dinas Kesehatan Jatim, terkait tenaga kesehatan yang meninggal karena covid-19, hingga per bulan Juni 2020. Dinkes Jatim menyampaikan hanya ada delapan nakes meninggal, sedangkan IDI Jatim menyampaikan ada 22 orang nakes meninggal karena covid-19. Menurut Hikmah, keterikatan atau kesinkronan antara Dinkes dan IDI Jatim ini yang belum tercipta.

Selain itu, Komisi E juga menyoroti terkait insentif untuk nakes, seperti dokter dan perawat yang sampai saat ini belum dicairkan dari Kementerian Kesehatan. Hal itu diakibatkan adanya keterlambatan pengiriman data, karena prosesnya yang panjang.

Sementara itu, Ketua IDI Jatim Dokter Sutrisno menjawab, soal insentif untuk dokter dan perawat Jatim yang belum cair, menurutnya, Kemenkes harus segera memberikan insentif untuk para tenaga kesehatan,dan mendesak agar proses administrasinya dipercepat.

Soal kelengkapan administrasi insentif untuk nakes, IDI Jatim juga meminta agar dibuat sesuai standart agar terhindar daei maladministrasi.(end)

Berita Terkait

Komisi E DPRD Jatim Soroti Ketidaksesuaian Data Nakes Dari Dinkes dan IDI Jatim
Berita Terpopuler
Petugas PPDP Temui Kendala Saat Mencoklit Data Pemilih
Pilkada  11 jam

Warga Nduri Ponorogo Krisis Air Bersih
Peristiwa  10 jam

Khozanah Akan Legowo Jika Tak Dapat Rekom PKB
Pilkada  8 jam

Reskrim Polsek Bantur Ringkus Jaringan Pengedar Sabu
Malang Raya  7 jam



Cuplikan Berita
Ratusan Ibu Hamil Swab Massal di Gelora Pancasila
Pojok Pitu

Begini Pengakuan Bupati Menanggapi Pemakzulan DPRD Jember
Pojok Pitu

Jual Beli Tebu Diluar Pabrik Meresahkan PG Lestari
Jatim Awan

Dampak Pandemi, 68 Ribu Warga Bojonegoro dan Tuban Menunggak Iuran BPJS
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber