Berita Terbaru :
Amitabh Bachchan Positif Covid-19
Tak Pakai Masker, Dihukum Push Up dan Membersihkan Jalan
Jadi Saksi Kasus Dugaan Klinik Ilegal, Ivan Gunawan: Ini Pengalaman Berharga
Musim Panen, Petani Merugi Harga Cengkeh Anjlok
Cantiknya Lampu Hias Dari Pipa Paralon Bekas
Duh, Honor Panitia Asian Games 2018 Ternyata Belum Dibayar Semua
Pemuda Asal Krian Ini Ngamen Untuk Nyabu
Mayat Pria Ditemukan di Sungai Beserta Motornya
Lima Ahli Waris dari Tenaga Kesehatan yang Meninggal Terima Penghargaan
IAKMI: PSBB Transisi dan Proporsional Hanya Menyesatkan Saja
   

Jenuh Belajar di Rumah, Tiga Mahasiswa Berbisnis Sampingan Abon Pepaya
Icip - Icip  Selasa, 30-06-2020 | 00:14 wib
Reporter : Abdul Majid
Untuk satu bungkus dengan berat 200 gram seharga Rp 8 ribu dengan varian dua rasa, pedas dan gurih. Foto: Abdul Majid
Pasuruan pojokpitu.com, Jenuh ditengah pandemi covid 19, tiga mahasiswa di Pasuruan mengisi waktu luangnya dengan memproduksi abon dari pepaya. Alhasil, pekerjaan sampingan tersebut membuat kewalahan karena banyaknya pesanan.

Bahkan dalam sehari mampu memproduksi abon pepaya sebanyak 300 bungkus.

Tiga  mahasiswa yang belajar di rumah karena pandemi covid 19, berkreasi membuat abon berbahan pepaya, di Desa Nguling, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan.

Tiga mahasiswa dari tiga perguruan negeri dan beda jurusan di Jawa Timur ini, memproduksi abon pepaya sebagai bisnis sampingan.

Usaha yang tak sengaja dilakukan ini, berawal dari salah satu mahasiswa sedesa melihat banyak pohon pepaya berbuah lebat. Dari situ idenya muncul dengan membuat abon pepaya, dengan modal cara patungan.

Tak heran, usaha sampingan yang sudah berjalan tiga bulan ini banyak menerima pesanan dari pelanggan, karena rasanya yang nikmat, gurih dan crispy serta bervitamin.

pembuat abon pepaya, Aan Tirta, menjelaskan, prosesnya pun sangat mudah, siapkan pepaya mentah, kupas hingga bersih, kemudian parut dan bersihkan dengan garam untuk menghilangkan getah dan rasa pahit, campurkan bumbu yang dihaluskan dengan parutan pepaya. 

Lalu tepung beras dicampur dengan tepung terigu beri garam secukupnya. Aduk hingga merata, selanjutnya campuran parutan dan tepung disaring, siap masuk ke penggorengan.

Dalam sehari mereka mampu memproduksi abon pepaya sebanyak 300 bungkus, tergantung pesanan, yang dipasarkan melalui online di media sosial dan teman sekolahnya.

Untuk satu bungkus dengan berat 200 gram seharga Rp 8 ribu dengan varian dua rasa, pedas dan gurih.

Omzetnya pun dalam sebulan meningkat tajam hingga Rp10 juta, kini ketiga mahasisa tersebut selain bisa menabung tak lagi meminta uang jajan orangtuanya.

Namun sayang, bisnis sampingan tersebut tak bakal berlanjut bila  pandemi covid 19 sudah hilang dari muka bumi Indonesia dan jadwal kuliah juga  kembali normal. (yos)

Berita Terkait

Jenuh Belajar di Rumah, Tiga Mahasiswa Berbisnis Sampingan Abon Pepaya
Berita Terpopuler
IAKMI: PSBB Transisi dan Proporsional Hanya Menyesatkan Saja
Metropolis  12 jam

Mayat Pria Ditemukan di Sungai Beserta Motornya
Peristiwa  11 jam

Lima Ahli Waris dari Tenaga Kesehatan yang Meninggal Terima Penghargaan
Covid-19  11 jam

Pemuda Asal Krian Ini Ngamen Untuk Nyabu
Metropolis  9 jam



Cuplikan Berita
Viral Hasil Tes Rapid Peserta UTBK Berubah
Pojok Pitu

Dokter dan Satpam Postif Covid 19, Puskesmas Wates Mojokerto Ditutup Sementara
Pojok Pitu

Delapan Terkena Corona, Membuat Ribuan Karyawan PT KTI Diliburkan
Jatim Awan

Ternyata Satu Tersangka Pengambilan Paksa Jenazah Positif Covid 19
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber