Berita Terbaru :
Kembali Terpilih Jadi Ketua Golkar Tuban, Lindra Akan Kembalikan Kejayaan Golkar
Ada Yang Positif Covid-19, Telaga Sarangan Ditutup Lagi
Jelang Idul Adha, Harga Sapi di Tuban Justru Turun
Amitabh Bachchan Positif Covid-19
Tak Pakai Masker, Dihukum Push Up dan Membersihkan Jalan
Jadi Saksi Kasus Dugaan Klinik Ilegal, Ivan Gunawan: Ini Pengalaman Berharga
Musim Panen, Petani Merugi Harga Cengkeh Anjlok
Cantiknya Lampu Hias Dari Pipa Paralon Bekas
Duh, Honor Panitia Asian Games 2018 Ternyata Belum Dibayar Semua
Pemuda Asal Krian Ini Ngamen Untuk Nyabu
Mayat Pria Ditemukan di Sungai Beserta Motornya
Lima Ahli Waris dari Tenaga Kesehatan yang Meninggal Terima Penghargaan
IAKMI: PSBB Transisi dan Proporsional Hanya Menyesatkan Saja
   

Dinsos Tuding Manager Supplier Beras BPNT Dari Bulog
Mataraman  Senin, 29-06-2020 | 16:00 wib
Reporter : Tova Pradana
Madiun pojokpitu.com, Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dari Kementrian Sosial menuai kritik dari sejumlah warga , karena paket beras yang mereka terima rusak dan berkutu. Dinas Sosial Kabupaten Madiun menuding jika pendistribusian dan manajerial supplier beras sembako tersebut, menjadi kewenangan dari pihak bulog.

Dinas Sosial Kabupaten Madiun telah menerima laporan dari sejumlah pendamping , atas kondisi Bantuan Sosial Pangan (BSP) , yang kondisinya tidak layak di sejumlah E Warung. 

Kondisi beras rusak dan berkutu saat akan di distribusikan kepada warga. Wargapun tidak ada pilihan lain selain mengambil beras tersebut untuk kebutuhan makan setiap hari.

Kepala Bidang  Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Madiun, Mat Lazim, mengatakan,  berdasarkan surat edaran menteri sosial  nomor 01 tahun 2019,  tentang perum bulog sebagai sebagai penyedia komoditas bantuan pangan non tunai.

"Diputuskan sumber beras program BPNT menggunakan beras dari bulog dengan tetap melaksanakan prinsip 6 T, Tepat Sasaran, Tepat Harga, Tepat Jumlah, Tepat Kualitas  dan Tepat Administrasi," jelas Mat Lazim.

Selain itu, Mat Lazim juga menyayangkan pendamping bansos pangan tidak segera melaporkan kejadian kondisi beras berkutu kepada pihak desa dan kecamatan, sehingga beras yang sudah tiba di E-Warung terlanjur di berikan kepada Keluarga Penerima Manfaat  (KPM).

Hingga hari ini dinsos telah menerima laporan adanya kondisi beras rusak dan berkutu dari sejumlah wilayah. Diantaranya di wilayah Kecamatan Balerejo, Mejayan dan Geger.

Dalam waktu dekat dinsos segera mengevaluasi kinerja para pendamping bansos, sehingga bantuan sosial dari keemntrian tidak merugikan para penerima. (yos)


Berita Terkait

Inspektorat Terjunkan 4 Tim Kejar Kutu Dalam Program BPNT

Temuan Beras Apek dan Berkutu Semakin Meluas

Datangi E-Warung Dinsos dan Supplier Bawakan Beras Pengganti

Pemdes Purworejo Sesalkan KPM Jadi Korban Penyaluran BPNT
Berita Terpopuler
IAKMI: PSBB Transisi dan Proporsional Hanya Menyesatkan Saja
Metropolis  13 jam

Mayat Pria Ditemukan di Sungai Beserta Motornya
Peristiwa  12 jam

Lima Ahli Waris dari Tenaga Kesehatan yang Meninggal Terima Penghargaan
Covid-19  12 jam

Pemuda Asal Krian Ini Ngamen Untuk Nyabu
Metropolis  10 jam



Cuplikan Berita
Viral Hasil Tes Rapid Peserta UTBK Berubah
Pojok Pitu

Dokter dan Satpam Postif Covid 19, Puskesmas Wates Mojokerto Ditutup Sementara
Pojok Pitu

Delapan Terkena Corona, Membuat Ribuan Karyawan PT KTI Diliburkan
Jatim Awan

Ternyata Satu Tersangka Pengambilan Paksa Jenazah Positif Covid 19
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber