Berita Terbaru :
Amitabh Bachchan Positif Covid-19
Tak Pakai Masker, Dihukum Push Up dan Membersihkan Jalan
Jadi Saksi Kasus Dugaan Klinik Ilegal, Ivan Gunawan: Ini Pengalaman Berharga
Musim Panen, Petani Merugi Harga Cengkeh Anjlok
Cantiknya Lampu Hias Dari Pipa Paralon Bekas
Duh, Honor Panitia Asian Games 2018 Ternyata Belum Dibayar Semua
Pemuda Asal Krian Ini Ngamen Untuk Nyabu
Mayat Pria Ditemukan di Sungai Beserta Motornya
Lima Ahli Waris dari Tenaga Kesehatan yang Meninggal Terima Penghargaan
IAKMI: PSBB Transisi dan Proporsional Hanya Menyesatkan Saja
   

Puluhan Kilo Meter Jalan di Kepulauan Belum Beraspal
Politik  Senin, 29-06-2020 | 13:45 wib
Reporter : Wildan Lipu Prasasti
Sungguh miris yang dialami masyarakat di Desa Kolo-Kolo Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, mereka hingga kini belum juga menikmati infrastruktur yang layak khususnya jalan. Foto: Wildan Lipu Prasasti
Sumenep pojokpitu.com, Infrastruktur di Kepulauan Kangean Sumenep, Madura, Jawa Timur, masih sangat jauh dari kata layak. Seperti yang dialami Desa Kolo-Kolo Kecamatan Arjasa Pulau Kangean.

Puluhan kilo meter jalan desa belum diaspal, bahkan saat hujan jalan tersebut tak bisa dilalui kendaraan. Bahkan, beberapa ruas jalan tidak bisa diakses dengan kendaraan roda empat  dan memerlukan pembukaan jalan baru.
 
Puluhan kilo meter jalan akses ke desa ini, masih merupakan jalan tanah tanpa aspal, jika musim kemarau jalan di desa ini berdebu, sementara saat musim penghujan, berlumpur sangat sulit dilalui kendaraan.
 
Bahkan, saat anggota DPR RI dapil Madura, Slamet Ariyadi, melakukan kunjungan ke Desa Kolo-Kolo, rombongan harus berjibaku dengan sulitnya medan jalan. Beberapa kali mobil harus dipandu karena ban mobil terperosok.
 
Dengan kondisi infrastruktur jalan desa di kolo-kolo yang sangat sulit ini, Slamet Ariyadi selaku DPR RI, mengaku prihatin, dalam waktu dekat, pembangunan jalan yang layak di desa kolo-kolo, akan diusulkan kepada pemerintah, agar desa yang kaya dengan hasil pertanian tersebut, bisa sama dengan desa lainnya. Namun pihaknya  berharap ada sinergi dari pemerintah kabupaten, provinsi hingga pusat.
 
Lebih miris lagi di bagian timur Desa Kolo-Kolo Jalan desanya bahkan tidak bisa dilalui dengan kendaraan roda empat, masyarakat setempat saat beraktivitas, masih banyak yang menggunakan tenaga kuda saat mengangkut hasil pertanian. Tak hanya itu, di desa ini listrik PLN juga belum masuk, masyarakatnya masih menggunakan desel untuk penerangan di malam hari. (yos)
 



Berita Terkait

Puluhan Kilo Meter Jalan di Kepulauan Belum Beraspal

Jalan Berlubang Kerap Timbulkan Kecelakaan di Madyopuro

Tak Kunjungi Diperbaiki, Warga Pamekasan Tanami Jalan Rusak Dengan Pohon dan Bakar Sampah

Pengalihan Arus Lalin Pengaruhi Konstruksi Jalan dan Jembatan
Berita Terpopuler
IAKMI: PSBB Transisi dan Proporsional Hanya Menyesatkan Saja
Metropolis  11 jam

Mayat Pria Ditemukan di Sungai Beserta Motornya
Peristiwa  11 jam

Lima Ahli Waris dari Tenaga Kesehatan yang Meninggal Terima Penghargaan
Covid-19  11 jam

Pemuda Asal Krian Ini Ngamen Untuk Nyabu
Metropolis  9 jam



Cuplikan Berita
Viral Hasil Tes Rapid Peserta UTBK Berubah
Pojok Pitu

Dokter dan Satpam Postif Covid 19, Puskesmas Wates Mojokerto Ditutup Sementara
Pojok Pitu

Delapan Terkena Corona, Membuat Ribuan Karyawan PT KTI Diliburkan
Jatim Awan

Ternyata Satu Tersangka Pengambilan Paksa Jenazah Positif Covid 19
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber