Berita Terbaru :
Amitabh Bachchan Positif Covid-19
Tak Pakai Masker, Dihukum Push Up dan Membersihkan Jalan
Jadi Saksi Kasus Dugaan Klinik Ilegal, Ivan Gunawan: Ini Pengalaman Berharga
Musim Panen, Petani Merugi Harga Cengkeh Anjlok
Cantiknya Lampu Hias Dari Pipa Paralon Bekas
Duh, Honor Panitia Asian Games 2018 Ternyata Belum Dibayar Semua
Pemuda Asal Krian Ini Ngamen Untuk Nyabu
Mayat Pria Ditemukan di Sungai Beserta Motornya
Lima Ahli Waris dari Tenaga Kesehatan yang Meninggal Terima Penghargaan
IAKMI: PSBB Transisi dan Proporsional Hanya Menyesatkan Saja
   

Presiden Jokowi Marah 18 Juni, Hebohnya Setelah 10 Hari, Apa yang Terjadi?
Politik  Senin, 29-06-2020 | 12:26 wib
Reporter :
Jakarta pojokpitu.com, Video yang berisi kemarahan Presiden Jokowi saat Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan, 18 Juni 2020 direspons beragam pihak.

Dalam video berdurasi lebih 10 menit yang diunggah oleh akun YouTube Sekretariat Presiden 28 Juni 2020, itu Jokowi tampak marah kepada jajarannya terkait penanganan pandemi Covid-19 dan dampaknya.

Mantan wakil ketua DPR Fahri Hamzah pun turut merespons kemarahan Jokowi tersebut.

Lewat akun Twitter-nya @Fahrihamzah, Senin (29/6), politikus asal Nusa Tenggara Barat itu mengajukan berbagai pertanyaan.

Yakni soal jarak antara rapat dengan video yang beredar. "Berita Hari ini: Presiden marah 18 Juni 2020. Terdengar marah 28 juni 2020.

Jarak Marah-Terdengar 10 hari. Apa yang terjadi?" twit Fahri dikutip, Senin (29/6).

"Apakah kemarahan presiden mewakili perasanmu dinda?" kata Fahri di bagian lain twitnya.

Wakil ketua umum Partai Gelora Indonesia itu juga menanyakan siapa yang harusnya menanggapi kemarahan Jokowi, mengingat marahnya Jokowi tampaknya serius.

"Pertanyaan senin: Marah besar presiden @jokowi 11 hari lalu di istana negara di depan para pejabat negara siapa yang harus menanggapi ya? Kan marahnya serius masak gak ada follow up?" ujar Fahri.

Seperti diketahui, dalam video pidato yang berdurasi 10 menit lebih itu, Jokowi menyinggung berbagai hal.

Jokowi menegaskan langkah-langkah extraordinary dalam mengatasi pandemi Covid-19 betul-betul harus dilakukan.

"Saya membuka yang namanya entah langkah politik, entah langkah-langkah kepemerintahan. Akan saya buka. Langkah apa pun yang extraordinary akan saya lakukan untuk 267 juta rakyat kita, untuk negara. Bisa saja, membubarkan lembaga, bisa saja reshuffle. Sudah kepikiran ke mana-mana saya," ujar Jokowi. (boy/jpnn/yos)



Berita Terkait

Presiden Jokowi Marah 18 Juni, Hebohnya Setelah 10 Hari, Apa yang Terjadi?

Semua Orang Harus Saling Gotong Royong Dalam Menangani Covid 19 di Jatim

Presiden Jokowi: Indonesia Tidak Hanya Mengalami Krisis Kasehatan Namun Juga Krisis Ekonomi

Jokowi Berikan Setimulus ke Perusahaan yang Tidak PHK Karyawanyan
Berita Terpopuler
IAKMI: PSBB Transisi dan Proporsional Hanya Menyesatkan Saja
Metropolis  12 jam

Mayat Pria Ditemukan di Sungai Beserta Motornya
Peristiwa  11 jam

Lima Ahli Waris dari Tenaga Kesehatan yang Meninggal Terima Penghargaan
Covid-19  11 jam

Pemuda Asal Krian Ini Ngamen Untuk Nyabu
Metropolis  9 jam



Cuplikan Berita
Viral Hasil Tes Rapid Peserta UTBK Berubah
Pojok Pitu

Dokter dan Satpam Postif Covid 19, Puskesmas Wates Mojokerto Ditutup Sementara
Pojok Pitu

Delapan Terkena Corona, Membuat Ribuan Karyawan PT KTI Diliburkan
Jatim Awan

Ternyata Satu Tersangka Pengambilan Paksa Jenazah Positif Covid 19
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber