Berita Terbaru :
Lulus S3, Oki Setiana Dewi Raih Gelar Doktor
Mahmoud Eid Pilih di Surabaya Timbang Pulang ke Swedia
Jelang Musim Hujan, Sampah Bambu Menumpuk di Aliran Sungai
Warga Ramai-Ramai Ajukan BPUM Tahap 2
   

Kapasitas Pemeriksaan Tes Usap Mobil PCR BNPB di Surabaya Ditambah
Metropolis  Senin, 29-06-2020 | 07:25 wib
Reporter :
Foto dok pojokpitu.com
Surabaya pojokpitu.com, Kapasitas pemeriksaan tes usap untuk dua unit mobil laboratorium PCR milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang diperbantukan di Kota Surabaya, Jawa Timur, ditambah.

"Kapasitas pemeriksaan juga ditambah menjadi sekitar 500 tes usap per hari," kata Koordinator Bidang Pencegahan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya Febria Rachmanita seperti dilansir dari Antara di Surabaya pada Minggu (28/6).

Menurut dia, sasaran tes usap tersebut, untuk semua masyarakat terutama orang dalam pemantauan (ODP), pasien dengan pengawasan (PDP), orang tanpa gejala (OTG), dan orang dengan risiko (ODR).

Febria menjelaskan, dua unit mobil PCR milik BNPB itu kembali ke Surabaya karena Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini bersurat kepada kepala BNPB. Risma memohon kepada BNPB supaya mobil tersebut dihadirkan lagi ke Surabaya untuk mempercepat penanganan Covid-19 di daerah itu.

"Sabtu (27/6) langsung dioperasikan dua unit mobil itu. Ada yang melakukan tes usap di Asrama Haji dan ada pula yang di Gelora Pancasila," ujar Febria Rachmanita.

Menurut dia, semakin banyak pemeriksaan yang dilakukan, semakin banyak pula ditemukan kasus. Dengan begitu, akan bisa melakukan pengobatan sedini mungkin supaya bisa sembuh dari Covid-19. "Tetapi kalau tahunya sudah dalam level yang parah, tentu akan lebih susah untuk disembuhkan," kata Febria Rachmanita.

Sebetulnya, lanjut dia, upaya yang tengah dilakukan ini seperti membelah gunung es. Artinya, yang terpenting adalah gencar melakukan tracing, tes, dan treatment. "Makanya masyarakat tidak perlu takut, dari awal kita tahu bahwa kita akan mencegah kematian," terang Febria Rachmanita.

Bahkan, kata dia, selama ini warga Kota Surabaya dinilai sangat proaktif dalam melakukan pemeriksaan tes, baik yang dilakukan pemkot, Badan Intelijen Negara (BIN), maupun BNPB secara gratis tanpa dipungut biaya sepeser pun.

Untuk itu, Febria meminta, ketika warga melakukan pemeriksaan, dipastikan agar terdaftar di Puskesmas masing-masing, agar dinkes dapat melakukan pemantauan terhadap orang tersebut beserta kontak erat yang bersangkutan. "Kami juga mengimbau, baik swasta atau perusahaan BUMN yang sudah tes rapid atau tes usap untuk lapor ke Dinkes. Bukan untuk apa-apa. Kita harus lakukan tracing untuk mencari sumber penularan," ujar Febria Rachmanita. (JawaPos/pul)



Berita Terkait

Pemkab Magetan Beli Mobil PCR Seharga Rp 4 Milyar

Pemkab Bakal Beli Mobil PCR dan Sewa Hotel Untuk Karantina

Kapasitas Pemeriksaan Tes Usap Mobil PCR BNPB di Surabaya Ditambah

Manfaatkan Mobile PCR, Ratusan Petugas Medis dan Masyarakat Tulungagung Diuji Swab
Berita Terpopuler
Jelang Musim Hujan, Sampah Bambu Menumpuk di Aliran Sungai
Peristiwa  2 jam

Warga Ramai-Ramai Ajukan BPUM Tahap 2
Peristiwa  3 jam



Cuplikan Berita
Kebakaran Pemukiman Padat Penduduk, Dua Rumah Petak Ludes Terbakar
Pojok Pitu

Diduga Korsleting Listrik, Dua Kafe di Area Alon-Alon Kota Terbakar
Pojok Pitu

Banjir Lahar Ganggu Aktivitas Warga dan Penambang
Jatim Awan

Polisi Amankan 169 Orang Dalam Aksi Demo Lanjutan
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber