Berita Terbaru :
Amitabh Bachchan Positif Covid-19
Tak Pakai Masker, Dihukum Push Up dan Membersihkan Jalan
Jadi Saksi Kasus Dugaan Klinik Ilegal, Ivan Gunawan: Ini Pengalaman Berharga
Musim Panen, Petani Merugi Harga Cengkeh Anjlok
Cantiknya Lampu Hias Dari Pipa Paralon Bekas
Duh, Honor Panitia Asian Games 2018 Ternyata Belum Dibayar Semua
Pemuda Asal Krian Ini Ngamen Untuk Nyabu
Mayat Pria Ditemukan di Sungai Beserta Motornya
Lima Ahli Waris dari Tenaga Kesehatan yang Meninggal Terima Penghargaan
IAKMI: PSBB Transisi dan Proporsional Hanya Menyesatkan Saja
   

Keluhkan Harga Cengkih Anjlok, Petani Terancam Menderita
Ekonomi Dan Bisnis  Minggu, 28-06-2020 | 23:13 wib
Reporter :
Foto dok pojokpitu.com
Kediri pojokpitu.com, Cengkih menjadi salah satu komoditas bahan campuran rokok. Sayangnya, kenaikan harga rokok tidak sejalan dengan harga cengkih. Di Desa Bajulan, Kecamatan Loceret, petani cengkih mengeluh karena harganya makin anjlok. Untuk cengkih kering, petani hanya bisa menjual dengan harga Rp 60 ribu per kilogramnya.

Seperti yang dialami Yaini, warga Desa Bajulan, Kecamatan Loceret. Menurut dia, turunnya harga cengkih terjadi sejak satu bulan terakhir saat petani mulai panen. Merosotnya harga cengkih sangat tajam. Dari harga Rp 110 ribu per kg kini hanya laku dijual seharga Rp 60 ribu saja. 

Tidak hanya harga cengkih kering, yang basah juga sama sekarang harga 1 kg hanya Rp 17 ribu. Harga standar yang basah bisa sampai Rp 25 ribu per kg. Meski bukan sebagai tanaman utama, cengkih biasanya menjadi penghasilan tambahan. Setidaknya bisa menjadi modal saat bercocok tanam atau untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.  "Kalau harga turun, pemasukan untuk modal tanam dan kebutuhan sehari-hari jadi berkurang," bebernya. 

Petani seperti Yaini mengandalkan cengkih sebagai pemasukan tambahan untuk menanam jagung, bawang atau beberapa orang menggunakannya untuk modal tambahan saat menanam padi.

Sayangnya, Yaini tidak terbiasa untuk menyimpan cengkih berlama-lama sambil menunggu harganya naik. Padahal, cengkih ini bisa tahan lama bila simpan. Dia tidak bisa menunda penjualan karena terdesak kebutuhan. "Kalau petani lainnya banyak yang menyimpan sampai harganya naik lagi," katanya. 

Untuk penjualan, Yaini tidak pernah bingung. Setiap musim panen seperti ini, selalu saja ada tengkulak yang datang mencari cengkih ke desanya. Yang kini menjadi kendala bagi petani cengkih adalah harganya selalu turun setiap kali panen.  

Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Judi Ernanto  mengatakan, memang saat ini cengkih memasuki rencana panen. Untuk pengendalian harga di tingkat petani, sangat fluktuatif. "Karena sesuai hukum pasar terkait demand dan supply," kata Judi.

Judi juga berkoordinasi dengan provinsi terkait pengendalian harga. Harapannya, kesejahteraan petani dapat lebih baik lagi. (rq/baz/JawaPos/pul)

Berita Terkait

Musim Panen, Petani Merugi Harga Cengkeh Anjlok

Keluhkan Harga Cengkih Anjlok, Petani Terancam Menderita
Berita Terpopuler
IAKMI: PSBB Transisi dan Proporsional Hanya Menyesatkan Saja
Metropolis  12 jam

Mayat Pria Ditemukan di Sungai Beserta Motornya
Peristiwa  11 jam

Lima Ahli Waris dari Tenaga Kesehatan yang Meninggal Terima Penghargaan
Covid-19  11 jam

Pemuda Asal Krian Ini Ngamen Untuk Nyabu
Metropolis  9 jam



Cuplikan Berita
Viral Hasil Tes Rapid Peserta UTBK Berubah
Pojok Pitu

Dokter dan Satpam Postif Covid 19, Puskesmas Wates Mojokerto Ditutup Sementara
Pojok Pitu

Delapan Terkena Corona, Membuat Ribuan Karyawan PT KTI Diliburkan
Jatim Awan

Ternyata Satu Tersangka Pengambilan Paksa Jenazah Positif Covid 19
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber