Berita Terbaru :
Kembali Terpilih Jadi Ketua Golkar Tuban, Lindra Akan Kembalikan Kejayaan Golkar
Ada Yang Positif Covid-19, Telaga Sarangan Ditutup Lagi
Jelang Idul Adha, Harga Sapi di Tuban Justru Turun
Amitabh Bachchan Positif Covid-19
Tak Pakai Masker, Dihukum Push Up dan Membersihkan Jalan
Jadi Saksi Kasus Dugaan Klinik Ilegal, Ivan Gunawan: Ini Pengalaman Berharga
Musim Panen, Petani Merugi Harga Cengkeh Anjlok
Cantiknya Lampu Hias Dari Pipa Paralon Bekas
Duh, Honor Panitia Asian Games 2018 Ternyata Belum Dibayar Semua
Pemuda Asal Krian Ini Ngamen Untuk Nyabu
Mayat Pria Ditemukan di Sungai Beserta Motornya
Lima Ahli Waris dari Tenaga Kesehatan yang Meninggal Terima Penghargaan
IAKMI: PSBB Transisi dan Proporsional Hanya Menyesatkan Saja
   

Benarkah Duduk Terlalu Lama Bisa Berisiko Kanker ?
Life Style  Jum'at, 26-06-2020 | 23:23 wib
Reporter :
Ilustrasi duduk di kantor. Foto: pojokpitu.com
pojokpitu.com, Sebuah studi baru yang diterbitkan JAMA Oncology menyebutkan bahwa terlalu banyak duduk bisa meningkatkan risiko kanker.

"Ini adalah studi pertama yang secara definitif menunjukkan hubungan yang kuat antara tidak bergerak (sedentary) dan kematian akibat kanker," kata penulis utama studi, Dr. Susan Gilchrist, seorang profesor pencegahan kanker klinis di MD Anderson Cancer Center di University of Texas, seperti dilansir laman MSN, Kamis (25/6).

Namun, mengganti setidaknya 30 menit duduk dengan aktivitas fisik ringan, sedang atau kuat bisa menurunkan risiko itu. "Temuan kami menegaskan bahwa penting untuk duduk lebih sedikit dan bergerak lebih banyak," jelas Gilchrist. Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa lebih dari 50 persen kematian akibat kanker bisa dicegah melalui pilihan gaya hidup sehat, seperti diet sehat, olahraga dan tidak merokok. Tetapi ketika berhubungan antara duduk dan kanker, penelitian sebelumnya mengandalkan perilaku yang dilaporkan sendiri, bukan data objektif. 

Dengan mengharuskan orang dalam penelitian ini untuk memakai alat pelacak kebugaran, para peneliti bisa memperkirakan secara lebih akurat dampak olahraga pada hasil penelitian. Para peneliti menemukan bahwa orang yang mengganti waktu 30 menit duduk dengan melakukan aktivitas ringan, seperti berjalan, bisa mengurangi risiko kanker sebesar 8 persen.

"Percakapan dengan pasien saya selalu dimulai dengan mengapa mereka tidak punya waktu untuk berolahraga," tambah Gilchrist, yang memimpin Program Jantung Sehat MD Anderson. "Saya memberitahu pasien saya untuk mempertimbangkan berdiri selama 5 menit setiap jam di tempat kerja atau naik tangga alih-alih menggunakan lift. Mungkin kedengarannya tidak banyak, tetapi penelitian ini memberitahu kita bahwa aktivitas ringan sekalipun memiliki manfaat untuk bertahan hidup dari kanker," tambah Gilchrist.

Namun, manfaatnya bahkan terasa lebih besar jika seseorang melakukan aktivitas intensitas sedang, yang mengurangi risiko kanker hingga 31 persen. Contoh aktivitas moderat termasuk bersepeda dengan kecepatan kurang dari 10 mil per jam, jalan cepat, aerobik air, ruang dansa sosial, berkebun dan bermain tenis ganda, menurut American Heart Association. "Memasukkan 30 menit waktu untuk melakukan aktivitas ringan dan sedang ke dalam kehidupan sehari-hari Anda bisa membantu mengurangi risiko kematian akibat kanker," pungkas Gilchrist. (fny/jpnn/pul) 

Berita Terkait

Benarkah Duduk Terlalu Lama Bisa Berisiko Kanker ?
Berita Terpopuler
IAKMI: PSBB Transisi dan Proporsional Hanya Menyesatkan Saja
Metropolis  13 jam

Mayat Pria Ditemukan di Sungai Beserta Motornya
Peristiwa  12 jam

Lima Ahli Waris dari Tenaga Kesehatan yang Meninggal Terima Penghargaan
Covid-19  12 jam

Pemuda Asal Krian Ini Ngamen Untuk Nyabu
Metropolis  10 jam



Cuplikan Berita
Viral Hasil Tes Rapid Peserta UTBK Berubah
Pojok Pitu

Dokter dan Satpam Postif Covid 19, Puskesmas Wates Mojokerto Ditutup Sementara
Pojok Pitu

Delapan Terkena Corona, Membuat Ribuan Karyawan PT KTI Diliburkan
Jatim Awan

Ternyata Satu Tersangka Pengambilan Paksa Jenazah Positif Covid 19
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber