Berita Terbaru :
Ratusan Seniman Mengelar Aksi Unjuk Rasa di Depan Balaikota Surabaya
Begini Kronologis Warga Ponorogo Terkena OTT Kejaksaan
Tim Satgas Awasi 6 Orang Positif Covid 19 di Rumah Makan Rawon Nguling
Dump Truk Bermutan Pasir Terlibat Kecelakaan, Sopir Terjepit
Jangan Dibuang, Buktikan 3 Manfaat Teh Celup Untuk Kecantikan Kulit
Bunga Monstera Diburu Penggemar Tanaman Hias
Tak Ingin Lagi Didiskriminasi, Sopir Angkot Hingga Guru SMP Swasta Dukung Machfud Arifin Walikota
SKB CPNS Akan Diselenggarakan Oktober Mendatang
Selama 1 Bulan, 2.296 Masyarakat Bojonegoro Ikuti Rapit Test Gratis
Bantu Siswa Belajar Daring, Kelurahan Siapkan Wifi Gratis
Angka Pelangar Lalu Lintas di Sumenep Meningkat, Salah Satunya Pengendara di Bawah Umur
Reskrim Polsek Bantur Ringkus Jaringan Pengedar Sabu
Khozanah Akan Legowo Jika Tak Dapat Rekom PKB
Tak Penuhi Protokol Kesehatan, THM Dilarang Buka
Warga Nduri Ponorogo Krisis Air Bersih
   

Gubernur Minta Jajaran Pemprov dan Masyarakat Untuk Tidak Malu Rapid Test
Politik  Selasa, 23-06-2020 | 16:37 wib
Reporter : Mirza Azkia Muhamad Adiba
Surabaya pojokpitu.com, Masih tingginya angka penyebaran virus covid 19 di Indonesia dan Jawa Timur Khususnya, menjadi perhatian khusus Pemerintah Provinisi Jawa Timur. Bahkan, Gubernur Khofifah Indah Parawansa meminta jajarannya di Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) dan masyarakat tidak takut untuk dirapid test.

Dijelaskan Khofifah saat acara halal bi halal gubernur dan wagub bersama 60.000 ASN beserta BUMD pemprov Jatim, penyebaran covid 19 pada 35 hari pertama kasusnya ada 1.000. Sementara dari 1.000 menajdi 2.000 diperoleh hanya dengan 24 hari. "Sedangkan dari 2 ribu menjadi 4 ribu kasus dalam kurun waktu 18 hari. Dan 4 ribu menjadi 8 ribu 14 hari," jelas Khofifah.

Khofifah meminta kedisplinan warga menjadi vaksin utama saat ini. "Sebelum vaksin covid 19 ini ditemukan, maka kedisplinan adalah vaksin utamanya," ujar mantan menteri sosial tersebut.

Selain itu, Khofifah juga meminta jajaranya dan masyarakat tidak takut untuk dirapid test. Ia mencontohkan bahwa setiap kali akan dan melakukan kegian, pasti dilakukan rapid tes. "Saya sudah tidak terhitung sudah berapa kali melakukan rapid tes," cerita Khofifah saat melakukan halal bi halal melalui virtual.

Ia juga meminta jika nantinya hasil rapid test menunjukkan reaktif, Khofiah meminta untuk tidak malu. "Tidak perlu malu, karena tidak ada aib di dalam virus covid 19 ini," ujar gubernur.

Gubernur juga meminta untuk memberikan stigma negatif kepada masyarakay yang hasil rapid testnya reaktif. "Tidak ada stigma bahwa orang reaktif dan positif covid 10 ini tabu atau aib," tegasnya.

Selanjutnya, Khofifah juga meminta bagi yang rapid testnya reaktif langsung di swab. "Ini harus dilakukan dan jangan sampai ada yang ditutupi," terang Khofifah.

Selain itu, Khofifah juga meminta untuk tidak melakukan isolasi mandiri di dalam rumah, guna mencegah penularan covid 19 dalam satu keluarga. "Saya meminta bagi yang swabnya positif untuk melakukan karantina ditempat yang sudah ditentukan oleh pemerintah," kata Khofifah dihadapan ratusan ASN. (yos)

Berita Terkait

Gubernur Akan Segerah Menyiapkan Format Yang Tepat Tentang Komite Pencegahan Covid

Gubernur Terus Berupaya Menekan Penyebaran Covid 19 di Jatim

Gubernur dan wakil Gubernur Jatim Gelar Halal Bihalal Virtual Dengan 60 Ribu ASN

Gubernur Minta Jajaran Pemprov dan Masyarakat Untuk Tidak Malu Rapid Test
Berita Terpopuler
Petugas PPDP Temui Kendala Saat Mencoklit Data Pemilih
Pilkada  11 jam

Warga Nduri Ponorogo Krisis Air Bersih
Peristiwa  10 jam

Khozanah Akan Legowo Jika Tak Dapat Rekom PKB
Pilkada  8 jam

Reskrim Polsek Bantur Ringkus Jaringan Pengedar Sabu
Malang Raya  7 jam



Cuplikan Berita
Ratusan Ibu Hamil Swab Massal di Gelora Pancasila
Pojok Pitu

Begini Pengakuan Bupati Menanggapi Pemakzulan DPRD Jember
Pojok Pitu

Jual Beli Tebu Diluar Pabrik Meresahkan PG Lestari
Jatim Awan

Dampak Pandemi, 68 Ribu Warga Bojonegoro dan Tuban Menunggak Iuran BPJS
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber