Berita Terbaru :
Ratusan Kaum Milenial di Jatim Mengikuti Lomba Cipta Lagu Partai Golkar
Antisipasi Penyebaran Corona Saat Libur Panjang, Petugas Awasi Tempat Wisata
Ditutup Peziarah Makam Gus Dur Baca Tahlil di Luar
Puncak Long Weekend PT Kai Daop 8 Operasionalkan 71 Kereta
Daerah Zona Kuning Ada di 23 Kabupaten Kota
Dinas Pendidikan Harus Realisasikan Program Seragam Gratis Jangan Kembali Gagal
Kasus Dugaan Penipuan dan Penggelapan Mandek di Polda Jatim
Jamaah Ansharu Syariah Malang Demo Boikot Prancis
Ketua Tim Pemenangan MAJU: Pilwali Nyaman dan Kondusif
Lokasi Wisata Waterpark Masih Sepi
Antisipasi Banjir dan Jalan Rusak Pj Bupati Sidoarjo Sidak Pengerjaan Jalan
Libur Panjang, Stasiun Bojonegoro Tambah Dua Kereta Api
Anggaran Perbaikan Jalan di Ngawi Turun Drastis
Gandeng Ulama Operasi Zebra Pelanggar Lalin dan Prokes Diberi Tausiah
Perdana, Risma Kampanye Bersama Eri Cahyadi Sapa Warga Bulak
   

Viral Nelayan Mengganggu Kawanan Hiu Tutul
Tapal Kuda Dan Madura  Senin, 22-06-2020 | 15:45 wib
Reporter : Abdul Majid
Sejak seminggu ini, beredar video dimedia sosial masyarakat menggangu kawanan hiu tutul di perairan laut pasuruan, pada senin siang. Foto: Istimewa
Pasuruan pojokpitu.com, Ulah nakal warga Kota Pasuruan sedang mengganggu kawanan hiu tutul, viral dimedia sosial pada Senin (22/6) siang. Mereka diduga sengaja menabrakkan perahunya agar bisa melihat dengan jelas hewan mamalia tersebut.

Dari video berdurasi 30 detik ini, memperlihatkan mereka berjumlah 3 orang ini diduga sengaja menabrakkan hiu tutul ini agar bisa melihat dengan jelas hewan mamalia tersebut.

Bahkan mereka juga memegang hiu tutul ini tanpa melihat resiko yang dihadapinya.

Melihat video viral ini, Satuan Polisi Air Kabupaten Pasuruan, menyayangkan tindakan masyarakat yang ingin melihat kawanan hiu tutul tersebut.

Kasat Pol Air Kabupaten, AKP Poorlaksono, mengatakan, pihaknya akan mengintesifkan patroli ke laut, serta melakukan himbauan kepada nelayan dan masyarakat agar tidak mengganggu kawanan hiu tutul ini. "Pasalnya hewan hiu tutul dilindungi negara karena sudah mulai langka," ujarnya.

Sebelumnya kawanan hiu tutul ini bermigrasi dari laut Australia ke laut jawa, untuk mencari makan berupa planton dan ikan kecil.

Jumlah mereka sekitar 30 ekor terbagi beberapa kelompok dengan panjang rata-rata 4 sampai 6 meter. (yos)

Berita Terkait

Video Polisi Dangdutan Viral, Belasan Anggota Diperiksa

Viral Press Ban Harga Rp 600 Ribu

Viral Keluhan Pasien Reaktif di Gedung Indoor

Penumpang Melahirkan Didalam Bus Saat Sedang Melaju
Berita Terpopuler
Machfud Klaim Unggul 20 Persen di Pilkada Surabaya, Poltracking Enggan Buka Suar...selanjutnya
Pilkada  6 jam

Gandeng Ulama Operasi Zebra Pelanggar Lalin dan Prokes Diberi Tausiah
Peristiwa  4 jam

Polsek Ampelgading Dipra Peradilankan
Malang Raya  4 jam

Polisi Ciptakan Laporan Kehilangan Via Aplikasi, Cegah Penyebaran Covid19
Teknologi  17 jam



Cuplikan Berita
Kapal Motor Muatan Solar Terbakar di Dermaga Pulau Gili Ketapang
Pojok Pitu

Jalan Penghubung Antar Kecamatan Longsor, Kendaraan Roda 4 Tidak Bisa Melintas
Pojok Pitu

Truk Penambang Pasir Terseret Banjir Lahar Semeru
Jatim Awan

Terjatuh Dari Motor Curiannya, Pelaku Babak Belur Dimassa
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber