Berita Terbaru :
Penghuni Sel Polres Lamongan Lakukan Rapid Tes
Perempuan Pegawai Bank Terkonfirmasi Positif Covid-19
39.182 Pengangguran Baru di Bojonegoro Selama Pandemi Covid-19
Diduga Terinveksi Covid-19, Pria Paruh Baya Mati Mendadak Didalam Angkot
Ketua DPRD Ngawi Minta KPU-Bawaslu Fokus Peningkatan Partisipasi Pemilih
Pelaku Curanmor 14 TKP Ditangkap Polisi, Motor Curian Dijual ke Penadah di Madura
Bupati Lantik 37 Pejabat Jelang Pilkada
Dua Danau di Lumajang Menyusut
Nenek 83 Tahun Hidup Rentah di Gubug Reot Tak Tersentuh Pemerintah
Mayat Perempuan Ditemukan di Kebun Tebu
Tolak Jual Tanah ke Pertamina, Warga Lurug BPN Tuban
Bobol Toko, Pemuda Gondrong Dimassa
Enam Tahanan Lapas Jombang Positif Covid 19
Dua CJH Asal Indonesia Dilarang Wukuf karena Terpapar Covid-19
Ratusan ASN Pemkab Bojonegoro Ikuti Rapid Tes, 8 Orang Dinyatakan Reaktif
   

Penjual Kopi Di Ponorogo Nekat Sodomi dan Cabuli 7 Anak di Bawah Umur
Peristiwa  Jum'at, 19-06-2020 | 17:09 wib
Reporter : Heru Kuswanto
Pelaku sodomi dan cabul bernama Anton Suyono (32) seorang penjual kopi warga Desa Kauman, Ponorogo
Ponorogo pojokpitu.com, Satreskrim Polres Ponorogo menangkap seorang penjual kopi angkringan, karena nekat melakukan sodomi dan cabuli anak dibawah umur. Modus pelaku, yakni mengaku sebagai dukun atau paranormal dan mampu membersihkan aura negatif pada korbannya, sedangkan dari hasil pemeriksaan sudah ada 7 anak yang menjadi korban .

Pelaku sodomi dan cabul bernama Anton Suyono (32) seorang penjual kopi warga Desa Kauman, Ponorogo, yang ditangkap Satreskrim Polres setempat. Anton dilaporkan dengan tuduhan telah melakukan pencabulan pada anak laki laki dibawah umur .

"Dari hasil pemeriksaan polisi, diketahui ternyata Anton merupakan predator anak, yang telah melakukan sodomi dan pencabulan pada 7 anak laki laki dibawah umur. Modus yang digunakan pelaku yakni berpura - pura menjadi paranormal yang mampu membersihkan aura negatif pada anak - anak di bawah umur yang diincarnya, saat datang untuk membeli kopi diwarung milik Anton Suyono," kata AKBP M Nur Aziz, Kapolres Ponorogo.

Setelah korban terperdaya bujuk rayu, pelaku dan para korbannya kemudian melakukan ritual pembersihan aura negatif dengan cara telanjang bulat. Bahkan ada dari dua korbannya yang disuruh saling berpelukan dan saling onani. Dari lokasi kejadian polisi mengamankan sejumlah barang bukti. Salah satunya sebuah jimat yang digunakan untuk membujuk rayu para korbannya .

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku kini pelaku mendekam di sel tahanan Mapolres Ponorogo dan dikenakan Undang Undang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun.(end)


Berita Terkait

Walikota Risma Beri Perhatian Untuk Empat Anak Korban Tukang Sapu Makam Cabul

Tukang Bersih Makam Cabuli Empat Anak Dibawah Umur

Dasar Bejat ! Kakek 68 Tahun di Blitar Cabuli Balita 4 Tahun

Istri Tak Mau Layani, Ayah Nekat Cabuli Anak Tiri
Berita Terpopuler
Perusahaan Properti di Indonesia yang Mengutamakan Kepuasan Konsumen
Peristiwa  15 jam

Musda,Toufik Kembali Nahkodai Golkar Ponorogo
Pilkada  13 jam

Mayat Perempuan Ditemukan di Kebun Tebu
Peristiwa  2 jam

Prinsip ATM Untuk Remaja Sedang Tumbuh Kembang
Konsultasi Psikologi  16 jam



Cuplikan Berita
Ratusan Ibu Hamil Swab Massal di Gelora Pancasila
Pojok Pitu

Begini Pengakuan Bupati Menanggapi Pemakzulan DPRD Jember
Pojok Pitu

Jual Beli Tebu Diluar Pabrik Meresahkan PG Lestari
Jatim Awan

Dampak Pandemi, 68 Ribu Warga Bojonegoro dan Tuban Menunggak Iuran BPJS
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber