Berita Terbaru :
Pelaku Curanmor 14 TKP Ditangkap Polisi, Motor Curian Dijual ke Penadah di Madura
Bupati Lantik 37 Pejabat Jelang Pilkada
Dua Danau di Lumajang Menyusut
Nenek 83 Tahun Hidup Rentah di Gubug Reot Tak Tersentuh Pemerintah
Mayat Perempuan Ditemukan di Kebun Tebu
Tolak Jual Tanah ke Pertamina, Warga Lurug BPN Tuban
Bobol Toko, Pemuda Gondrong Dimassa
Enam Tahanan Lapas Jombang Positif Covid 19
Dua CJH Asal Indonesia Dilarang Wukuf karena Terpapar Covid-19
Ratusan ASN Pemkab Bojonegoro Ikuti Rapid Tes, 8 Orang Dinyatakan Reaktif
Polda Jatim Buka Posko Pengaduan Untuk Korban Fetish
Diduga Sakit Jantung, Penjaga Perumahan Meninggal Mendadak
Penahanan Kepala Desa Lebak Jabung Diwarnai Aksi Demo dan Isak Tangis
Sebanyak 65 Guru SMP di Surabaya Reaktif
Warga Ngawi Temukan Mortir Aktif di Aliran Sungai Bengawan
   

Perajin Kota Batu Buat Masker Batik Tulis
Sosok  Kamis, 18-06-2020 | 04:13 wib
Reporter : Rafli Firmansyah
Masker batik beragam motif tradisional dan modern dengan warna warni yang cantik mampu menarik perhatian konsumen. Foto Rafli Firmansyah
Kota Batu pojokpitu.com, Lesunya pasar akibat kondisi pandemi covid-19, disikapi oleh perajin batik di Desa Pandanrejo Kecamatan Bumiaji Kota Batu dengan membuat masker batik sebagai terobosan baru.

Peluang itu ditangkap Dwi Slamet Mardiono pemilik Batik Tulis Dwi Satriyo. Bukan tanpa alasan Dwi Satryo yang merupakan perajin kain batik, terpaksa sementara waktu mencari alternatif lain ditengah lesunya pasar batik akibat kondisi pandemi covid-19.

Masker batik buatan Dwi Satryo sengaja didesain tidak hanya melindungi dari virus covid-19. Namun juga didesain dengan indah guna memenuhi kebutuhan mode.

Masker batik tulis Dwi ini tidak hanya bisa melindungi dari virus covid-19 karena memiliki kain rangkap, bisa juga dicuci berulangkali tanpa khawatir luntur.

Ide masker batik muncul 3 minggu lalu, saat melihat ada sisa kain batik yang masih panjang dan bisa dipergunakan untuk membuat masker. "Awalnya masker dibagikan secara gratis kepada tetangga dan warga disekitar, dan diluar dugaan responnya luar biasa. Banyak yang tertarik dan memesan masker batik, dengan motif yang beragam sesuai dengan keinginan," kata Dwi.

Beragam motif masker batik dibuat oleh Dwi Satryo mulai dari buah apel, bunga anggrek ikan koi, kura-kura hingga wayang. Namun paling banyak pesanan adalah motif siluet kekinian.

Satu masker ukuran dewasa ribandrol dengan harga Rp 20 ribu. Sedang yang kecil Rp 18 ribu. Harga ini sebanding dengan tingkat kesulitan dan proses batik tulis yang memerlukan waktu cukup panjang. (pul)

Berita Terkait

Perajin Kota Batu Buat Masker Batik Tulis

Memberikan Sosialisasi Tentang Covid 19, Kelompok Disabilitas Membuat Batik Motif Corona

Sempat Berhenti, Perajin Batik Beralih Membuat Masker
Berita Terpopuler
Perusahaan Properti di Indonesia yang Mengutamakan Kepuasan Konsumen
Peristiwa  14 jam

Musda,Toufik Kembali Nahkodai Golkar Ponorogo
Pilkada  11 jam

Prinsip ATM Untuk Remaja Sedang Tumbuh Kembang
Konsultasi Psikologi  15 jam

Butuh Uang Untuk Bertahan Hidup, Ibu Tiga Anak Jadi Pengedar Sabu-Sabu
Peristiwa  11 jam



Cuplikan Berita
Ratusan Ibu Hamil Swab Massal di Gelora Pancasila
Pojok Pitu

Begini Pengakuan Bupati Menanggapi Pemakzulan DPRD Jember
Pojok Pitu

Jual Beli Tebu Diluar Pabrik Meresahkan PG Lestari
Jatim Awan

Dampak Pandemi, 68 Ribu Warga Bojonegoro dan Tuban Menunggak Iuran BPJS
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber