Berita Terbaru :
Masih Ada 74 Perawat di Jatim Terpapar Covid 19
Hadapi New Normal, Begini Langkah PT KAI Daop 7
Begini Tanggapan Bupati Terkait Pilkada di Tengah Pandemi Covid-19
Polisi Tetapkan Ibu Bayi Sebagai Tersangka Penelantaran
Hendak Menginap di Rumah Janda, TNI Gadungan Diamankan
Ajak Akhiri Polemik, Demokrat Sebut Jatim Butuh 10 Unit Mobil PCR
Politisi PDIP : Bu Risma Milik Warga Surabaya, Bukan Partai
Dianggap Pekerja Beresiko, Belasan Jurnalis Ikuti Rapid Test
   

Menteri Agraria Pastikan Tanah Suku Tengger Tidak Akan Jatuh ke Orang Luar
Sorot  Kamis, 09-07-2015 | 21:28 wib
Reporter : Farid Fahlevi
Menteri Agraria, Ferry Mursydan Baldan memberikan sertifikat kepada warga suku tengger bersama Bupati Probolinggo. foto farid
Probolinggo pojokpitu.com, Tanah suku tengger di Probolinggo dipastikan tidak akan jatuh ke orang luar bila nantinya terjadi transaksi jual beli. Jadi bila ada investor harus siap-siap gigit jari karena tidak akan mungkin bisa memiliki tanah di kawasan wisata gunung Bromo ini. Kepastian ini ditegaskan menteri agraria dan tata ruang dan kepala badan pertanahan nasional, Ferry Mursyidan Baldan, dalam kunjungan kerjanya di kabupaten Probolinggo, tepatnya saat menemui warga suku tengger, di Pendopo Agung, desa Ngadisari, kecamatan Sukapura, kamis sore tadi.

Dalam kesempatan itu, Menteri sangat mengapresiasi warga asli suku tengger yang tidak akan menjual sedikitpun tanahnya ke orang luar. Pernyataan tersebut dilontarkan menteri yang berasal dari partai Nasdem  ini dihadapan pejabat daerah dan ratusan warga suku Tengger.
 
Dengan kepastian hukum ini menjadi peringatan untuk para calon investor yang akan membeli tanah untuk usaha di sekitar area gunung Bromo, atau tanah yang berada di tiga desa yakni desa Ngadisari, Jetak dan Wonokerto harus siap-siap gigit jari. Karena tidak akan mungkin tanah leluhur suku tengger tersebut jatuh ke tangan orang luar.
 
Saat ini sudah banyak investor yang melirik lahan atau tanah yang berada di sekitar area gunung Bromo ini, mengingat geliat wisata salah satu dari tiga gunung tercantik di dunia ini semakin tinggi. Rata-rata investor akan membangun hotel maupun vila.
 
Hanya saja menurut Ferry Mursydan Baldan, dari data yang ada masih banyak tanah di sekitar lereng gunung Bromo belum bersertifikat hak milik.
 
Sementara itu menurut bupati Probolinggo, Puput Tantriana Sari, keingingan warga suku Tengger terkait tanah tidak boleh jatuh ke tangan orang luar telah diperkuat secara hukum dengan adanya peraturan desa. Dengan demikian tanah warisan luluhur suku tengger ini dapat terjaga dan tak akan dikuasai warga luar. (tur)
 




Berita Terkait

Menteri Agraria Pastikan Tanah Suku Tengger Tidak Akan Jatuh ke Orang Luar

Menteri Agraria Serahkan Rumah Bagi Kaum Dhuafa
Berita Terpopuler
Dianggap Pekerja Beresiko, Belasan Jurnalis Ikuti Rapid Test
Peristiwa  5 jam

Politisi PDIP : Bu Risma Milik Warga Surabaya, Bukan Partai
Metropolis  5 jam



Cuplikan Berita
Gelombang Tinggi Terjang Pantai Selatan Lumajang
Pojok Pitu

Puluhan Rumah Warga Pantai Sine Terendam Banjir Rob
Pojok Pitu

Banjir Terjang 5 Kecamatan di Tengah Pandemi Covid-19
Jatim Awan

Dua Truk Pasir Terseret Lahar Dingin Semeru
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber