Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Pilkada 

Direkom, PDIP Surabaya Ajak Risma Safari Politik
Kamis, 09-07-2015 | 14:47 wib
Oleh : Edwin Jaka
pojokpitu.com, PDIP Kota Surabaya berencana menggelar safari politik pasca turunnya rekomendasi pasangan Tri Rismaharini - Whisnu Sakti Buana. Termasuk, menjalin silaturahmi ke sejumlah parpol yang masuk di dalam barisan Koalisi Surabaya Baru (KSB) Majapahit.

Itu dilakukan sekaligus membuka diri bagi partai lain jika ingin beritikad bergabung bersama PDIP Surabaya untuk mengusung pasangan Risma-Whisnu Sakti. "Ini kami lakukan sebagai bentuk komunikasi politik pasca peristiwa kemarin (Rekomendasi Risma-Whisnu)," kata Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) PDIP Surabaya, Adi Sutarwijono.

Ditemui pojokpitu.com, di DPRD Surabaya, Siang tadi (9/7/2015), Adi menerangkan niat positif PDIP Surabaya untuk membuka pintu bagi partai lain menjalin konsolidasi politik dan demokrasi, membangun Surabaya lebih baik bersama PDIP. "Konsolidasi yang dimaksud adalah membangun Surabaya bersama (Pasangan Risma-Whisnu), tanpa embel-embel, atau mahar apapun," urai alumnus FISIP Unair ini. Menurut Adi, langkah tersebut merupakan sikap positif dalam memenangkan Pilkada di Surabaya, bulan Desember mendatang.

Sikap PDIP Surabaya itu direspon Ketua Pelaksana Koalisi Surabaya Baru (KSB) Majapahit, AH. Tony. Dia menilai langkah ini baik. "Alhamdulilah kalau langkah itu dilakukan. Sehingga suasana politik di Surabaya bisa mencair," ujarnya saat dikonfirmasi.

Disisi lain, dikatakan Tony sekaligus Wakil Ketua DPC Gerindra Surabaya, pihak KSB Majapahit justru mempertanyakan sikap tersebut. "Justru menimbulkan tanda tanya. Apakah niat ini hanya untuk kepentingan lain dari motif yang dilakukan," terang dosen Unitomo Surabaya ini.

Menurut Tony, adanya safari yang direncanakan itu terlebih penegasan tanpa embel-embel, belum memungkinkan terjadi dalam kondisi politik di kota Pahlawan. "Semoga realistis sajalah upaya yang dilakukan pasca rekom PDIP turun," tukasnya.

Ketua DPD PKS Surabaya Ibnu Shobir menambahkan, sampai saat ini KSB Majapahit tetap optimis penyelenggaraan Pilwali Surabaya akan memunculkan calon. Komunikasi lintas parpol terus menerus dilakukan. Hanya saja, PKS menganggap tidak perlu buru-buru memunculkan pasangan pesaing Risma-Whisnu Sakti.

"Pengalaman politik di Surabaya untuk pilkada, seperti tahun-tahun sebelumnya, selalu ada istilah last minute...Hehe," terang Shobir.
Anggota komisi D DPRD Surabaya ini menyatakan, meski tenggat waktu KPU tinggal menghitung hari membuka pendaftaran calon dari partai, Shobir menanggapinya dengan santai. "Tenang saja. Komunikasi masih tetap terjalin," pungkasnya.(ern/*)


Berita Terkait


Soal PDIP Surabaya, Pengamat : Risma Dekat Megawati, Tak Mungkin Beda Frekuensi

Peringati HUT ke - 45, PDIP Surabaya Gelar Jalan Sehat

Direkom, PDIP Surabaya Ajak Risma Safari Politik

Armudji Akan Mundur Dari Kepengurusan DPC PDIP Surabaya


Jelang Pilgub, PDIP Surabaya Panasi 21 Ribu Kader

Sabtu Malam, Gus Ipul-Anas Konsolidasi Bareng Kader PDIP Surabaya

PDIP Surabaya Verifikasi Setorkan 14 Ribu ke KPU

PDIP Surabaya Akan Deklarasi Jaga NKRI

Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber